Laporan |Kang Adi
Kab.Semarang | Jejakkasusindonesianews.com – Musibah kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah warga di Dusun Gentan, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jumat malam (26/12/2025). Peristiwa nahas tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pengovenan kayu yang ditinggalkan pemilik rumah saat menjalankan ibadah salat Magrib.
Rumah yang diketahui milik Suwarno, warga setempat, mulai dilalap api sekitar pukul 18.10 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian bangunan yang sebagian besar berkonstruksi kayu, sehingga api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Kepala Desa Tukang, Yudi Prabowo, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa sumber api pertama kali diketahui berasal dari area oven kayu yang masih menyala saat rumah dalam keadaan ditinggal pemiliknya untuk beribadah.
“Kejadian sekitar pukul 18.10 WIB. Penyebabnya diduga berasal dari pengovenan kayu yang masih menyala dan ditinggal pemilik rumah untuk salat Magrib,” ungkap Yudi saat dikonfirmasi, Jumat malam.
Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat usaha tersebut tidak maksimal hingga akhirnya armada pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan proses pemadaman serta pendinginan agar api tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Selain bangunan rumah, satu unit kendaraan dikabarkan turut terdampak dalam insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan pendataan total kerugian yang dialami korban. Aparat desa bersama instansi berwenang juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, khususnya saat menggunakan sumber api atau alat pemanas, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum meninggalkan rumah.
Musibah ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat yang masih banyak menggunakan peralatan berbasis api terbuka.(..)






