Ribuan Nelayan Cilacap Turun ke Jakarta, Tolak Naturalisasi Kapal Asing dan Tuntut Penurunan PNBP

redaksi

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Jejakkasusindonesianews.com – Gelombang perlawanan nelayan kembali menggema di Ibu Kota. Ribuan nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cilacap menggelar aksi damai besar-besaran di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Sebanyak 1.400 massa diberangkatkan menggunakan puluhan armada bus dari Kantor SNI Cilacap pada Rabu malam (17/12/2025). Mereka bergerak menuju Istana Negara dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dinilai semakin menekan kehidupan masyarakat pesisir.

Aksi ini secara tegas menolak rencana naturalisasi kapal asing yang dianggap berpotensi mematikan nelayan lokal. Ketua SNI Cilacap, Edy Santoso, menyebut kebijakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan ekonomi nelayan tradisional.

“Kami sangat khawatir kapal asing akan mendominasi, apalagi dengan rencana perluasan pelabuhan di Cilacap. Dari sisi teknologi dan modal, nelayan lokal jelas kalah. Kapal kami masih tradisional. Jika kebijakan ini dipaksakan, nelayan kecil akan tersingkir,” tegas Edy.

Tak hanya itu, nelayan juga menuntut keadilan fiskal yang selama ini dinilai memberatkan operasional usaha perikanan. Koordinator SNI Cilacap, Agustina, mengungkapkan setidaknya tiga persoalan krusial yang menjadi tuntutan massa aksi:

Tarif PNBP
Nelayan mendesak pemerintah menurunkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang kini berada di kisaran 22,5 hingga 30 persen, karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi ekonomi nelayan.

Retribusi Tambat Labuh
Nelayan meminta keringanan biaya sandar kapal, terutama saat musim paceklik (off season), di mana kapal tidak melaut namun tetap dibebani retribusi tinggi.Harga Acuan Ikan (HAI)
Massa menuntut peninjauan ulang HAI agar lebih realistis dan berpihak pada kesejahteraan nelayan, bukan justru menekan pendapatan mereka.

“Kami tidak menolak berkontribusi untuk negara, tapi jangan sampai kebijakan fiskal justru mencekik nelayan. Tarif harus manusiawi dan berpihak,” tegas Agustina.

Aksi damai ini diharapkan dapat didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan awal, perwakilan nelayan telah diterima oleh Wakil Menteri serta Dirjen KKP untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait dampak perluasan Pelabuhan Cilacap terhadap nelayan lokal.

Sebagai tindak lanjut, Edy Santoso menyampaikan bahwa perjuangan belum berhenti di jalanan.

“Alhamdulillah aspirasi kami ditanggapi. Pada 6 Januari 2026 mendatang, kami dijadwalkan mengikuti rapat dengar pendapat bersama DPR RI dan KKP. Kami akan kawal sampai ada keadilan bagi nelayan,” pungkasnya.

(Galih’Buyung & Red)

 

Berita Terkait

Tangis Pecah di Rutan Salatiga, Ratusan Keluarga Serbu Besukan Lebaran
Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!
Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat
Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama
Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup
Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi
Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online
12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 09:20

Tangis Pecah di Rutan Salatiga, Ratusan Keluarga Serbu Besukan Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:19

Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!

Senin, 16 Maret 2026 - 14:27

Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:48

Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 21:56

Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup

Senin, 9 Maret 2026 - 19:17

Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:15

Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:45

12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  

Berita Terbaru

error: Content is protected !!