Laporan |Kaperwil Jateng Yogie
Kab.Semarang | jejakkasusindonesianews.com –Teror kendaraan besar kembali terjadi di jalur maut turunan Bawen. Sebuah truk Fuso tanpa muatan meluncur liar usai diduga mengalami rem blong, lalu menghantam keras sebuah Honda CRV di Jalan Raya Solo–Semarang KM 32, tepat di depan PT Apac Inti, Kabupaten Semarang, Senin malam sekitar pukul 19.15 WIB.
Benturan keras dan tak terhindarkan itu membuat mobil CRV terseret sejauh 25 meter, memicu kepanikan pengguna jalan dan membuat arus lalu lintas dari dua arah nyaris lumpuh total.(15/12]
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Lingga Ramadhani, S.TK., S.IK., CPHR., membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa, namun pengemudi mobil mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke RS Ken Saras.
“Pengemudi truk sudah kami amankan. Peristiwa ini masih dalam penanganan dan penyelidikan,” tegas AKP Lingga.
Rem Tak Berfungsi 50 Meter Sebelum TKP
Di lokasi kejadian, Kaposlantas Ambarawa Ipda Henry Bagus P., S.H., M.M., didampingi personel Unit Gakkum Aiptu Anang Kris, S.H., mengungkap fakta krusial yang menguatkan dugaan kelalaian teknis kendaraan berat.
Truk Fuso P 8031 UR yang dikemudikan Rahmat (39), warga Probolinggo, Jawa Timur, disebut kehilangan fungsi pengereman sekitar 50 meter sebelum lokasi kejadian. Di jalur yang sama, Honda CRV KT 1316 KQ yang dikemudikan Teguh (46), warga Kota Salatiga, sedang berhenti untuk berputar arah ke Solo/Salatiga.
“Kondisi lalu lintas padat, jarak sudah tidak memungkinkan menghindar. Truk akhirnya menghantam CRV dan menyeretnya puluhan meter,” ungkap Ipda Henry.
Truk Kosong, Tapi Bahaya Tetap Mematikan
Meski tanpa muatan, truk Fuso tetap menjadi senjata mematikan saat meluncur di jalur turunan panjang. Pengemudi mengaku tengah berangkat dari Yogyakarta menuju Semarang untuk mengambil muatan, namun kegagalan sistem rem membuat kendaraan tak bisa dikendalikan.
Personel Satlantas Polres Semarang bergerak cepat melakukan evakuasi. Sekitar pukul 20.00 WIB, kedua kendaraan berhasil disingkirkan dari badan jalan. Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas darurat guna mengurai antrean panjang yang sempat terjadi dari dua arah.
“Sempat terjadi penumpukan kendaraan, namun situasi berhasil kami kendalikan,” pungkas Ipda Henry.
Alarm Keras Jalur Bawen
Insiden ini kembali menjadi peringatan keras atas rawannya jalur turunan Bawen, yang kerap memakan korban akibat kendaraan berat bermasalah(..)






