Cilacap |Jejakkasusindonesianews.com Gerakan kolaborasi para jurnalis Cilacap kembali menguat. Sabtu (22/11/2025), sejumlah awak media dari berbagai platform berkumpul di Sidareja dalam rapat rutin bulanan—forum yang telah menjadi ruang strategis untuk membedah isu-isu krusial, terutama terkait pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Cilacap.
Pertemuan ini bukan sekadar temu bulanan. Ini adalah konsolidasi kesadaran, bahwa pers lintas platform memegang peran penting dalam memastikan pemerintahan berjalan jujur, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Satu Visi: Informasi Jernih, Kontrol Publik Tegas
Dalam forum tersebut, para jurnalis menguatkan kembali komitmen bersama:
“Menyajikan informasi yang konstruktif, akurat, dan berani mengungkap fakta apa adanya.”
Mulyadi Tanjung alias Bang Buyung, yang kembali menjadi motor penggerak, menekankan pentingnya konsistensi peliputan yang kritis, terutama pada sektor yang rawan penyimpangan seperti:
- pembangunan infrastruktur,
- pelayanan publik,
- alokasi dan penggunaan anggaran daerah.
Buyung memantik diskusi strategis tentang bagaimana pers harus berdiri di garis depan mengawal berbagai program pemerintah agar tidak melenceng dari aturan dan tujuan.
Penajaman Hukum: Pondasi Utama Liputan Kritis
Forum semakin tajam dengan hadirnya seorang pengacara yang dikenal karena integritas dan kepeduliannya berbagi ilmu hukum kepada para jurnalis.
Wawasan hukum yang dibagikan menjadi “amunisi” penting bagi para awak media untuk:
- membaca celah potensi penyimpangan,
- memahami kerangka hukum yang mengikat pejabat publik,
- memastikan setiap laporan investigatif tidak hanya kuat data, tetapi juga kuat pijakan hukum,
- menjaga keberanian dalam menulis, tanpa meninggalkan koridor etik.
“Jurnalis yang memahami hukum akan lebih tajam dalam melihat ketidakberesan,” ujar Buyung.
Sinergi Pers–Birokrasi–Aparat: Bukan untuk Diam, tapi untuk Mengawasi
Di akhir pertemuan, para jurnalis sepakat memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur pemerintahan, TNI, dan Polri—bukan untuk melunak, melainkan untuk membuka ruang komunikasi yang sehat, transparan, dan bebas intervensi.
Sinergi ini diarahkan agar:
- jalannya proyek pembangunan bisa dipantau lebih dekat,
- arus informasi tidak tersendat,
- dan setiap kebijakan publik dapat dikawal hingga ke tingkat implementasi.
Kontrol pers diharapkan menjadi benteng terakhir agar anggaran tidak bocor, proyek tidak mangkrak, dan keputusan publik tidak dimonopoli kepentingan tertentu.
Tekad Bersama: Kawal, Bongkar, dan Pastikan Cilacap Melaju
“Dengan soliditas pers lintas platform, penajaman hukum, dan keberanian menjalankan fungsi kontrol sosial, kami siap mengawal roda pemerintahan Cilacap. Siap mengungkap jika ada yang melenceng, siap mendukung jika sesuai aturan,” tegas Buyung menutup pertemuan.
Suasana forum pun menyisakan satu pesan kuat:
Pers Cilacap tidak hanya melaporkan—mereka mengawal, mengawasi, dan siap membongkar jika ada penyimpangan.
(Marjuki/Red)






