Pemalang |Jejakkasusindonesianews.com –Kasus kematian pasangan suami istri (pasutri) MR (37) dan NAT (34) yang sempat menggegerkan jagat maya dan publik tanah air, perlahan mulai menemui titik terang. Keduanya ditemukan tewas mengenaskan di tumpukan batu pecah bawah jembatan Kali Rambut, Desa Datar, Kecamatan Warungpring, Pemalang, pada Minggu (10/8/2025) lalu.
Awalnya, kematian pasutri itu penuh misteri lantaran tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan bunuh diri sempat mencuat, namun dinilai janggal oleh pihak keluarga. Kejanggalan tersebut mendorong aparat kepolisian melakukan langkah lanjutan.
Penangkapan Terduga Pelaku
Pada Sabtu malam (16/8/2025), aparat Polres Pemalang berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Dalam rekaman video amatir yang beredar di media sosial, tampak terduga pelaku digelandang polisi dengan tangan terborgol.
Pihak Humas Polres Pemalang ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Kalau penangkapan betul, tapi info masih keluarga belum tahu, masih menunggu hasil pemeriksaan. Masih pendalaman pak, nanti kami infokan lebih lanjut,” ujar Humas Polres Pemalang melalui pesan WhatsApp.
Ekshumasi untuk Ungkap Fakta
Sehari sebelumnya, Jumat (15/8/2025), polisi bersama tim medis melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam kedua korban. Autopsi dilakukan lantaran pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan pada kematian MR dan NAT.
Dari keterangan keluarga, sehari sebelum tragedi, pasutri tersebut sempat berpamitan hendak ke Tegal untuk mengambil knalpot motor. Malam harinya mereka masih sempat terlihat mampir di warung kopi. Namun, esok paginya warga dikejutkan dengan penemuan jasad keduanya tergeletak berjejer di atas batu pecah, tanpa nyawa.
Motif Masih Misteri
Keluarga menegaskan tidak ada masalah pribadi maupun konflik keluarga yang dapat memicu peristiwa tragis ini. Dugaan bunuh diri pun dianggap mustahil, apalagi pasangan muda itu masih meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 5 SD.
Kini, publik menunggu hasil autopsi serta penyelidikan mendalam kepolisian untuk membuka tabir gelap di balik kematian pasutri MR dan NAT.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat Pemalang bahkan seantero Indonesia. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku demi mengungkap motif sebenarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyidikan masih berjalan.
Yogie PS






