Kab.Semarang||Jejakkasusindonesianews.com – Festival Kulon Kayon Kopeng 2025 yang digelar pada 9–10 Agustus 2025 meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat, khususnya warga Kopeng dan sekitarnya. Masuk dalam Calendar of Event Jawa Tengah, festival ini memadukan kekayaan alam dan budaya dalam balutan tradisi adat Saparan, menciptakan harmoni yang memukau.
Mengusung tema “Semangat Sembadha”, yang bermakna penuh syukur, cukup, dan makmur, festival ini berakar pada tradisi Saparan Sleker atau Merti Dusun/Bersih Desa,ritual tahunan warga Dusun Sleker sebagai ungkapan syukur atas limpahan hasil bumi, terutama sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.
Kolaborasi antara Dusun Sleker, Desa Kopeng, dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DISPORAPAR) Provinsi Jawa Tengah ini menjadi yang pertama kalinya digelar, menghadirkan beragam kesenian rakyat dari lingkar Merbabu. Rangkaian acara dimulai dari prosesi Umbul Songo, Saparan, Penanaman Pohon, Kirab Budaya, hingga pertunjukan tari tradisional dan musik daerah. Tak ketinggalan, pameran UMKM dari Kabupaten Semarang ikut memeriahkan, menyajikan beragam kuliner dan produk khas, termasuk olahan berbahan dasar waluh (labu) yang menjadi ikon Desa Kopeng.
Kepala DISPORAPAR Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Masrofi, S.Sos., M.S., menyampaikan bahwa warga Kopeng patut berbangga karena wilayahnya menjadi prioritas pengembangan pariwisata oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah melalui program “Ngopeni ,Nglakoni”.
Warga Kopeng dan sekitarnya patut berbangga karena wilayah ini masuk program prioritas sektor pariwisata, yaitu pengembangan destinasi pariwisata berbasis global dengan fokus pada kawasan Borobudur ,Kopeng , Rawa Pening,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga memperkuat sinergi lintas daerah, melibatkan Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang, yang bersama-sama menyajikan seni budaya daerah sebagai atraksi wisata unggulan.
Penulis : Kang Adi
![]()






