Tarik Ulur Kenaikan PBB Pati, Akhirnya Sudewo Batalkan Kenaikan 250 Persen

redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati|Jejakkasusindonesianews.com – Setelah gelombang penolakan keras dari masyarakat dan aksi penyitaan donasi yang memicu kemarahan publik, Bupati Pati H. Sudewo akhirnya membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sempat direncanakan naik hingga 250 persen di tahun 2025.

Keputusan pembatalan ini disampaikan langsung oleh Bupati dalam konferensi pers di Pendapa Kabupaten Pati, Jumat (8/8/2025).

Dalam pernyataannya, Sudewo menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah mencermati dinamika sosial dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

“Saya memutuskan membatalkan kenaikan PBB-P2. Tarif kembali seperti tahun 2024,” ujar Sudewo singkat.

Langkah ini diambil menyusul viralnya penyitaan donasi demo oleh petugas Satpol PP beberapa waktu lalu. Posko yang didirikan oleh warga untuk menggalang dana aksi penolakan dibubarkan, dan uang donasi diamankan. Insiden ini langsung menyulut kritik tajam terhadap Pemkab, yang dinilai tidak ramah terhadap aspirasi rakyat.

Rakyat Menang, Tapi Masih Banyak PR

Kebijakan kenaikan PBB semula dianggap membebani warga, khususnya petani dan masyarakat kecil. Kenaikan tarif hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya dianggap tidak masuk akal di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Dengan pembatalan tersebut, masyarakat merasa aspirasinya didengar, namun muncul pertanyaan baru: bagaimana nasib mereka yang sudah terlanjur membayar dengan tarif tinggi?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari Pemkab Pati terkait mekanisme pengembalian atau penghitungan ulang pembayaran tersebut. Sejumlah warga mengaku sudah membayar sejak bulan Juni, dan khawatir uang mereka hangus tanpa ada solusi.

Pemerintah Harus Introspeksi

Keputusan membatalkan kenaikan PBB patut diapresiasi, namun peristiwa ini menunjukkan bahwa kebijakan publik harus dirumuskan dengan melibatkan rakyat secara lebih terbuka dan demokratis. Jika tidak, kebijakan justru menjadi sumber konflik, bukan solusi.

Pemkab Pati diharapkan belajar dari kegaduhan ini dan mengedepankan pendekatan dialog, bukan represi. Di sisi lain, gerakan masyarakat sipil yang konsisten menyuarakan penolakan terbukti menjadi kunci perubahan.

Penulis:Yogie PS

Editor :Redaksi

 

 

Loading

Berita Terkait

Rutan Demak Deklarasikan Perang terhadap HALINAR, Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Penipuan
Gandeng TNI-Polri ”  Lapas Purwodadi Pastikan Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan
Elevasi Curam dan Truk Bertonase Besar Picu Risiko Kecelakaan Silayur, Pemkot Semarang Perkuat Pengendalian Jalan
Lapas Purwodadi Gandeng IPWL Al Ma’laa, Program Pasca Rehabilitasi Fokus Cetak Warga Binaan Produktif
Gudang Rosok di Tengah Permukiman Pabelan Disorot, Warga Minta Pemkab Bertindak Tegas
Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan
Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!
Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:39

Rutan Demak Deklarasikan Perang terhadap HALINAR, Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Penipuan

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:46

Gandeng TNI-Polri ”  Lapas Purwodadi Pastikan Zero Handphone, Narkoba dan Penipuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:29

Elevasi Curam dan Truk Bertonase Besar Picu Risiko Kecelakaan Silayur, Pemkot Semarang Perkuat Pengendalian Jalan

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:12

Lapas Purwodadi Gandeng IPWL Al Ma’laa, Program Pasca Rehabilitasi Fokus Cetak Warga Binaan Produktif

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:31

Gudang Rosok di Tengah Permukiman Pabelan Disorot, Warga Minta Pemkab Bertindak Tegas

Kamis, 30 April 2026 - 11:58

Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan

Rabu, 29 April 2026 - 09:54

Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!

Selasa, 28 April 2026 - 12:47

Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!