LPK Serbaindo Wisuda 55 Lulusan Siap Kerja di Jepang, Luncurkan LSP Bahasa Asing Nasional Pertama

redaksi

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan:Witriyani

SALATIGA | jejakkasusindonesianews.com-Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Serbaindo kembali membuktikan diri sebagai pionir dalam penyiapan tenaga kerja profesional ke luar negeri, khususnya Jepang. Dalam Wisuda Ke-11 yang berlangsung Senin (4/8/2025) di Hotel Laras Asri, sebanyak 55 peserta resmi dilepas untuk siap meniti karier di berbagai sektor, terutama bidang kesehatan.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial kelulusan, tetapi juga menandai peluncuran Lembaga Sertifikasi Profesi Bahasa Asing (LSPBA)—yang diklaim sebagai lembaga sertifikasi bahasa asing pertama di Indonesia yang berafiliasi dengan BNSP dan LA-LPK.

Terobosan LSP Bahasa Asing Nasional: Legal dan Terukur

LSPBA yang berkantor pusat di Jakarta Selatan kini mengisi kekosongan regulasi terkait kompetensi bahasa asing dalam dunia ketenagakerjaan. Dalam sambutannya, CEO Serbaindo Grup Imam Abdul Rahman, atau yang akrab disapa Papi Iman, menegaskan pentingnya standarisasi kompetensi berbahasa dalam konteks globalisasi tenaga kerja.

“Sertifikasi bahasa bukan hanya formalitas. Ini cara kami melindungi tenaga kerja Indonesia secara hukum dan kompetensi,” tegasnya.

Dengan LSPBA, para peserta tak hanya memiliki sertifikat pelatihan, tetapi juga sertifikasi nasional resmi yang diakui lembaga negara, menjadikan mereka lebih siap dan lebih aman saat ditempatkan di luar negeri.

Fokus pada Perlindungan dan Pendampingan di Jepang

Serbaindo menekankan pendekatan holistik dalam penempatan tenaga kerja. Tak hanya menyiapkan keterampilan, tapi juga pendampingan pascakeberangkatan, termasuk untuk keluarga di Indonesia.

“Kami punya delapan pendamping di Jepang, aktif menindaklanjuti kasus atau kebutuhan siswa di lapangan. Bahkan orang tua di Indonesia pun kami dampingi secara ekonomi,” ujar Imam.

Langkah ini menjadi pembeda penting di tengah banyaknya LPK yang kerap hanya fokus pada pengiriman tanpa perlindungan jangka panjang.

Seleksi Ketat, Kuota Terbatas: Demi Mutu, Bukan Kuantitas

Meski memiliki jaringan luas di Jepang, Serbaindo justru memilih menurunkan kuota peserta wisuda dari sebelumnya 88 menjadi 55 orang.

“Kami ingin kirim yang siap mental, siap kerja, bukan hanya asal lolos. Kami seleksi kesehatan, psikologis, bahkan spiritual,” jelasnya.

Hal ini diamini oleh Disperinaker Kota Salatiga yang hadir langsung dan menyebut model pelatihan Serbaindo sebagai salah satu contoh pelatihan vokasional berbasis mutu dan nilai kemanusiaan.

Cerita Sania: Dari Perawat Nenek, Kini Siap Mengabdi di Negeri Sakura

Salah satu lulusan, Sania, asal Kabupaten Semarang, berbagi kisah inspiratifnya. Ia mengaku belajar dari nol, selama 10 bulan penuh perjuangan, terutama dalam menghadapi hambatan bahasa.

“Saya belajar karena ingin merawat orang lain seperti saya merawat nenek saya. Ini bukan sekadar kerja, tapi panggilan,” ungkapnya.

Sania akan berangkat dalam kontrak 3 tahun dan berharap bisa memperpanjang izin tinggal di Jepang.

Pesan Papi Iman: Cetak Wirausaha, Bukan Sekadar Buruh Migran

Dalam penutupan acara, Papi Iman menegaskan bahwa misi Serbaindo tidak berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi alumni dan keluarganya.

“Mereka harus pulang jadi wirausahawan, bukan TKI pasif. Kami siapkan mereka jadi pemimpin usaha kecil, mandiri, dan punya jaringan global,” ujarnya.

Di tengah maraknya praktik LPK yang hanya berorientasi bisnis, Serbaindo memberi teladan bahwa pengiriman tenaga kerja harus diiringi dengan standarisasi, perlindungan, dan pemberdayaan berkelanjutan. Langkah peluncuran LSP Bahasa Asing juga menjadi sinyal kuat bahwa era profesionalisme tenaga kerja Indonesia telah memasuki babak baru.(..)

 

 

 

 

Loading

Berita Terkait

Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan
Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!
Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat
LAPAS PURWODADI TEGASKAN KOMITMEN! HBP KE-62 JADI MOMENTUM KERJA NYATA DAN PELAYANAN PRIMA TANPA KOMPROMI
HBP ke-62 Menggema di Rutan Salatiga: Aksi Sosial dan Soliditas Jadi Bukti Nyata Pengabdian
Tak Tunggu Parah” Rutan Salatiga Gerak Cepat Rujuk WBP Positif DB dan Tipes ke RS DKT Dr. Asmir
TMMD ke-128 Resmi Bergulir, Kodam IV/Diponegoro Genjot Pembangunan Desa
Rutan Salatiga Gaspol Bersih-Bersih, Ikrar Zero Halinar Bukan Sekadar Seremoni!!

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:58

Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan

Rabu, 29 April 2026 - 09:54

Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!

Selasa, 28 April 2026 - 12:47

Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat

Senin, 27 April 2026 - 17:29

LAPAS PURWODADI TEGASKAN KOMITMEN! HBP KE-62 JADI MOMENTUM KERJA NYATA DAN PELAYANAN PRIMA TANPA KOMPROMI

Senin, 27 April 2026 - 13:06

HBP ke-62 Menggema di Rutan Salatiga: Aksi Sosial dan Soliditas Jadi Bukti Nyata Pengabdian

Sabtu, 25 April 2026 - 13:11

Tak Tunggu Parah” Rutan Salatiga Gerak Cepat Rujuk WBP Positif DB dan Tipes ke RS DKT Dr. Asmir

Kamis, 23 April 2026 - 09:27

TMMD ke-128 Resmi Bergulir, Kodam IV/Diponegoro Genjot Pembangunan Desa

Rabu, 22 April 2026 - 14:03

Rutan Salatiga Gaspol Bersih-Bersih, Ikrar Zero Halinar Bukan Sekadar Seremoni!!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!