Kabupaten Semarang | Jejakkasusindonesianews.com – Proyek pembangunan pabrik di Desa Deresan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, menuai sorotan tajam dari warga setelah sebagian pondasi bangunan dilaporkan ambruk saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Selasa (7/4/2026).
Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat karena selain berpotensi membahayakan, juga menyebabkan banjir yang menggenangi pekarangan hingga masuk ke dalam rumah warga di sekitar lokasi proyek.
Sejumlah warga menyebut, sejak proyek berjalan, kondisi lingkungan mengalami perubahan signifikan. Sistem drainase dinilai tidak memadai sehingga tidak mampu menampung debit air
hujan dan berujung pada luapan ke permukiman.
“Semenjak ada proyek ini, setiap hujan pasti banjir. Sekarang pondasinya juga roboh, kami jadi semakin khawatir,” ujar salah satu warga.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, warga menilai insiden tersebut merupakan peringatan serius yang tidak boleh diabaikan. Mereka khawatir risiko yang lebih besar dapat terjadi apabila tidak segera dilakukan penanganan menyeluruh.
Selain itu, warga juga menyoroti kurangnya transparansi dari pihak pengembang. Mereka mengaku belum pernah menerima sosialisasi resmi terkait pembangunan pabrik, termasuk soal perizinan, peruntukan, maupun dampak lingkungan.
Kondisi ini mendorong masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Semarang untuk segera turun tangan. Warga meminta agar aktivitas proyek dihentikan sementara hingga ada kejelasan terkait izin, analisis dampak lingkungan (Amdal), serta jaminan keamanan bagi warga sekitar.
“Jangan sampai masyarakat yang dirugikan. Harus ada tanggung jawab dari pengembang,” tegas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan keterangan resmi terkait ambruknya pondasi maupun dampak banjir yang terjadi di lingkungan Desa Deresan.(Mu/Red]







