Laporan | M.Supadi
UNGARAN | Jejakkasusindonesianews.com – Sebuah peristiwa yang menyentuh nurani publik terjadi di Kabupaten Semarang. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun berinisial M, warga Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, ditemukan berjalan kaki sendirian pada malam hari di wilayah Dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu malam (21/1/2026).
Bocah tersebut diketahui hanya membawa mukena, sajadah, dan uang tunai Rp4.000, setelah meninggalkan rumah dengan niat sederhana: mencari rumah neneknya di wilayah Munding, Kecamatan Bergas. Namun, keterbatasan usia dan minimnya pengetahuan wilayah membuat M tersesat hingga larut malam.
Peristiwa ini pertama kali terungkap saat seorang warga bernama Toro (37) merasa curiga melihat seorang anak kecil berjalan sendirian sekitar pukul 21.00 WIB. Saat ditanya, M mengaku kebingungan dan meminta petunjuk arah menuju Munding.

“Karena khawatir melihat anak sekecil itu sendirian malam-malam, saya langsung membawanya ke Polsek Ungaran,” ungkap Toro kepada petugas.
Langkah cepat warga tersebut langsung direspons aparat kepolisian. Polsek Ungaran di bawah pimpinan Kanit Intelkam AKP Mulyanto, S.H., segera melakukan pengamanan dan penelusuran identitas anak berdasarkan keterangan alamat, orang tua, serta sekolah.
“Benar, kami telah mengamankan anak perempuan berinisial M, warga Gunungpati. Kami langsung berkoordinasi dengan Polsek setempat dan alhamdulillah pihak keluarga berhasil dihubungi dengan cepat,” jelas AKP Mulyanto mewakili Kapolres Semarang.
Kepada petugas, M mengaku meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 WIB usai mengaji. Ia berjalan kaki seorang diri dengan tekad bertemu sang nenek, tanpa menyadari jarak dan risiko yang dihadapi.
Sementara itu, Rani (33), ibu kandung M, tak kuasa menahan air mata saat tiba di Polsek Ungaran setelah mendapat kabar dari petugas Bhabinkamtibmas sekitar pukul 22.00 WIB.
“Biasanya jam segitu sudah pulang. Saya cari ke mana-mana, ke rumah saudara dan temannya, tapi tidak ada. Alhamdulillah anak saya ditemukan selamat,” ucap Rani dengan suara bergetar.
Setelah dilakukan pendataan, edukasi, dan pendampingan psikologis ringan, pihak kepolisian secara resmi menyerahkan M kembali kepada keluarganya.
Polres Semarang melalui jajaran Humas menegaskan peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama di luar rumah dan pada jam rawan malam hari.
“Pastikan anak-anak selalu pamit, diketahui tujuannya, dan tidak bepergian sendiri demi keselamatan bersama,” imbau AKP Mulyanto.
Kejadian ini sekaligus menunjukkan peran penting kepedulian warga dan respons cepat aparat, yang berhasil mencegah potensi risiko lebih besar terhadap keselamatan anak.(..)






