Tamparan Keras Aparat Penegak Hukum Tentang Pernyataan Anak Pelaku Penjual Rokok Ilegall Yang Kontrofersi

Minggu, 20 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jateng – Jejakasusindonesianews.com, DPW IWOI Jateng Teguh Supriyanto merasa geram atas pernyataan Ferdi Saputra tentang stetmen yang di lontarkan anak pelaku penjual rokok, dalam unggahan nya di media Harian7.com dan cimed tv yang mengatakan bila barang rokok di bawa 24 slop wartawan Sekaligus mengatakan saat di TKP tidak ada polisi yang datang ( APH) 20/04/2025.

 

Teguh mengatakan pernyataan Ferdi Saputra yang di sampaikan banyak kebohongan nya. Bahkan dalam pernyataan nya di cimed tv jelas jelas berbeda dengan kenyataan di lapangan, ferdi Saputra jelas menjawab pertanyaan tentang apakah ada pihak dari kepolisian” Ferdi Saputra menjawab bila tidak ada polisi yang datang
” Terus yang datang dari polres dan Kapolsek setempat di anggap apa? Berarti pelaku dan anak pelaku tidak menghormati aparat penegak hukum yang hadir di TKP, dan membawa BB serta menyeret pemilik barang ke polresta, siapa ?

“Hal ini lah yang perlu di pertanyakan ada apa dengan ini semua dan skenario apa yang mau di bikin bikin untuk mengelabui penegak hukum para pelaku penjual rokok ilegal.

Aparat penegak hukum yang jelas jelas hadir ke TKP serta membawa pelaku serta BB rokok aja sudah berani tidak menganggap apa, lagi bila wartawan yang membawa sendiri pelaku ke Polresta Cilacap.

Teguh menyayangkan atas kejadian ini apa lagi ini sama aja menampar keras penegak hukum yang hadir kelokasi ( TKP) dan tidak di anggap sama sekali pelaku pemain rokok ilegal yang berada di wilayah hukum Polresta Cilacap. Seolah semua penegak hukum di anggap nya tidak ada. Bahkan terkesan sudah kebal hukum.

Teguh berharap peredaran rokok ilegal ini bener bener bisa menjadi kan penanganan serius dari pihak istansi dan istitusi di Kabupaten Cilacap, karena rokok ilegall non pita cukai bener benar merugikan negara tutur nya.. [Angger/Red]

Loading

Berita Terkait

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan
Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!
Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi
Ops Keselamatan Candi 2026, Polres Jepara Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Police Go To School, Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026 di SMA N 3 Demak
Gencarkan Edukasi di Ops Keselamatan Candi 2026, Sat Lantas Polres Semarang Bidik Kesadaran Pelajar
Gandeng Mafindo, Dihadiri Kapolda Jateng, Polres Semarang Bekali Pelajar Pelatihan AI

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:23

PPDB SDN 1 Bulungan Diduga Tidak Transparan, Wali Murid Minta Disdikpora Jepara Turun Tangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05

Skandal Pembangunan MAN Salatiga: Tanpa Papan Anggaran, K3 Amburadul, Dana Dipertanyakan!

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:16

Bukan Sekadar Lomba, Kapolres Semarang Cetak Agen Perubahan Lewat Video AI Kamtibmas

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:21

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Tinjau Longsor Leyangan, Pastikan Penanganan Darurat Tanpa Kompromi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:48

Ops Keselamatan Candi 2026, Polres Jepara Tanamkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Senin, 9 Februari 2026 - 16:07

Police Go To School, Satlantas Polres Demak Sosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026 di SMA N 3 Demak

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:43

Gencarkan Edukasi di Ops Keselamatan Candi 2026, Sat Lantas Polres Semarang Bidik Kesadaran Pelajar

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:18

Gandeng Mafindo, Dihadiri Kapolda Jateng, Polres Semarang Bekali Pelajar Pelatihan AI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!