Kudus|JK- Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi besar-besaran di Kabupaten Pati, Polres Kudus mendirikan Posko Penyekatan di perbatasan Kabupaten Pati dan Kudus. Langkah ini diambil untuk mencegah massa dari luar daerah yang berpotensi ikut serta dalam aksi tersebut.(13/8)
Wakapolres Kudus, Komisaris Polisi (Kompol) Rendi Johan Prasetyo, menjelaskan bahwa pendirian posko tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Jawa Tengah. Posko didirikan mulai pukul 06:00 WIB, dengan tujuan untuk memantau aktivitas masyarakat yang melintas di perbatasan Kudus-Pati.
“Posko ini bertujuan untuk memantau pergerakan warga baik dari Kudus ke Pati maupun sebaliknya. Kami juga ingin memastikan situasi tetap aman dan kondusif, baik bagi warga Kudus yang beraktivitas maupun dalam rangka pengamanan demonstrasi yang berlangsung di Kabupaten Pati,” ungkap Kompol Rendi.
Kompol Rendi juga menyebutkan bahwa hingga siang ini, situasi di perbatasan kedua kabupaten tersebut terpantau aman. Polres Kudus menerjunkan 83 personel yang terdiri dari unit Samapta, Intelijen, Lalu Lintas, Pengendalian Massa, dan Kehumasan, guna menjaga kelancaran operasional posko dan mengamankan jalur perbatasan.
Sebagai bagian dari upaya pengamanan, sejumlah personel Polres Kudus juga dikerahkan untuk membantu pengamanan di lokasi demonstrasi di Kabupaten Pati. Dengan kehadiran posko ini, diharapkan dapat memberi rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan keamanan di wilayah Kudus.
Polres Kudus terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga ketertiban, menjamin keselamatan warga, dan mengantisipasi kemungkinan adanya tindakan yang dapat merusak keamanan.
(Ramidi )
![]()






