Polisi Amankan Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Depan Pabrik Gula Candi Sidoarjo

Rabu, 9 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO |Jejakkasusindonesianews.com – Tujuh pemuda ditetapkan sebagai pelaku pengeroyokan terhadap M.A.F.Z, laki-laki 16 tahun, asal Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik yang terjadi di depan Pabrik Gula Candi, Sidoarjo, pada Sabtu, 5 Juli 2025 sekitar pukul 02.30 WIB.

Mereka yang berhasil diamankan Satreskrim Polresta Sidoarjo, adalah ZMA (19) warga Gajah Magersari, KSP (20) warga Gajah Magersari, FNW (18) warga Desa Kloposepuluh, AC (15) warga Desa Kloposepuluh, BA (14) warga Ketintang Kota Surabaya, RF (16) warga Desa Kloposepuluh dan AMP (17) Kecamatan Purworeja Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Fahmi Amarullah mengatakan kejadian bermula, ada kelompok korban melewati area diduga akan balap liar yang dilakukan para pelaku.

“Salah satunya menyalakan petasan/kembang api, jagang tengah di gesekkan ke aspal dan terdapat orang yang mengibarkan atribut komunitas,” kata Kompol Fahmi, Rabu (9/7).

Setelah kelompok korban lewat, salah satu tersangka FNW meneriaki korban paling belakang dengan meneriaki ‘gangster-gangster’.

Atas teriakan tersebut, para pelaku langsung mengejar kelompok korban.

Sesampainya di Jl. Raya depan Pabrik Gula Candi, korban MAFZ dipepet oleh ZMA dan KSP hingga korban dipukul lalu jatuh dari motornya.

“Akibat pukulan yang diterimanya, membuat korban dibawa ke RSUD Sidoarjo,” jelas Kompol Fahmi.

Dari hasil penyelidikan, petugas menyita barang bukti antara lain 4 buah Handphone, 2 buah jaket hoodie warna hitam, 1 buah celana pendek warna coklat, 1 buah ikat pinggang, 1 buah jaket sweater warna coklat muda, 1 buah helm, 2 unit sepeda motor.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenai pelanggaran Pasal 80 Ayat (1) Jo Pasal 76 huruf c Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan.

Dan atau Pasal 170 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan dan Pasal 358 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. (Galih)

Loading

Berita Terkait

Patroli Motor Kapolres Semarang Warnai Malam Takbir, Pastikan Kondisi Aman Tanpa Gangguan
Tak Ada Ampun! Sound Horeg Dilarang Total di Demak, Polisi Siaga Penuh Amankan Malam Takbir
Arus Jakarta Melandai, Polres Semarang Resmi Buka Dua Arah Tol Semarang-Solo!
Polres Demak Amankan Sound Horeg dan Truk Pengangkut Jelang Malam Takbir
Jelang Takbiran, Polres Demak Turunkan Bhabinkamtibmas: Tegas Cegah Euforia dan Potensi Kerawanan
Polisi–KAI Sisir Perlintasan Tanpa Palang di Demak, Amankan Jalur Mudik Lebaran 2026
One Way Digeber! Kapolres Semarang Kawal Ketat Arus Mudik hingga KM 460, Lalin Tetap Ngebut Lancar
Arus Mudik Meledak! Polres Semarang Sterilisasi Tol, One Way Kalikangkung–Tingkir Siap Diberlakukan

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:09

Patroli Motor Kapolres Semarang Warnai Malam Takbir, Pastikan Kondisi Aman Tanpa Gangguan

Jumat, 20 Maret 2026 - 19:47

Tak Ada Ampun! Sound Horeg Dilarang Total di Demak, Polisi Siaga Penuh Amankan Malam Takbir

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:27

Polres Demak Amankan Sound Horeg dan Truk Pengangkut Jelang Malam Takbir

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:49

Jelang Takbiran, Polres Demak Turunkan Bhabinkamtibmas: Tegas Cegah Euforia dan Potensi Kerawanan

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:41

Polisi–KAI Sisir Perlintasan Tanpa Palang di Demak, Amankan Jalur Mudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:04

One Way Digeber! Kapolres Semarang Kawal Ketat Arus Mudik hingga KM 460, Lalin Tetap Ngebut Lancar

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:07

Arus Mudik Meledak! Polres Semarang Sterilisasi Tol, One Way Kalikangkung–Tingkir Siap Diberlakukan

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:11

Kapolresta Cilacap Bantah Keras Terseret Dugaan “THR Haram”, Tegaskan Tak Pernah Minta atau Terima

Berita Terbaru

error: Content is protected !!