Mobil Impor untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan?

redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan | Adi Winarko 
Semarang | jejakkasusindonesianews.co- Program Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi sorotan publik setelah dibahas dalam acara talk show ROSI – Kompas TV pada Sabtu (28/2/2026).

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa lebih dari seribu bangunan koperasi desa telah rampung 100 persen. Selanjutnya fasilitas tersebut akan dilengkapi kendaraan operasional yang disebut sebagai hak desa.

Pemerintah menegaskan koperasi desa beserta seluruh sarana prasarana — termasuk mobil operasional — bukan milik Kementerian Koperasi maupun pemerintah pusat. Seluruh aset nantinya menjadi milik koperasi desa yang dikelola anggota masyarakat.

Penyediaan gudang, gerai, hingga perlengkapan pendukung dilakukan melalui instruksi Presiden. Tujuannya agar koperasi desa langsung dapat menjalankan kegiatan usaha, mulai dari penyimpanan hingga distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Namun polemik muncul setelah rencana penggunaan mobil operasional impor mencuat. Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto, mengkritisi kebijakan tersebut. Ia menilai manfaat ekonomi harus diukur dari kemampuan kendaraan itu menekan ongkos logistik dan benar-benar meningkatkan produktivitas masyarakat desa.

Sejumlah pihak menilai program ini berpotensi memperkuat ekonomi desa jika tepat sasaran. Tetapi jika pengadaan kendaraan tidak efisien, justru dikhawatirkan menjadi beban biaya baru bagi koperasi.

Publik kini menunggu transparansi skema pengadaan, harga kendaraan, serta mekanisme pengelolaan aset agar tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa benar-benar tercapai.

Sumber : Pembahasan talk show ROSI Kompas TV, 28 Februari 2026

Berita Terkait

Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih Tuai Pro dan Kontra
Kapolres Klaten AKBP Moh. Farug Rozi Tegaskan Penanganan Galian C Lewat Operasi Terpadu
SEMARANG DISEBUT TERMASUK DAERAH DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERTINGGI DI JATENG
Lapas Purwodadi Komitmen Wujudkan Lapas Bersinar, Gandeng BNNP Jawa Tengah
Empat Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Naik Pangkat, Kalapas Tegaskan: Jangan Tunggu Ditegur, Jadilah Visioner!
Rutan Salatiga Panen 107 Kg Lele Saat Puasa, Bukti Nyata Warga Binaan Tetap Produktif
Viral “Stop Bayar Pajak” Meluas di Jateng, Kantor Samsat Sepi – Pemerintah Ingatkan Risiko Administratif
PKB Naik 66 Persen, Ketua DPRD Salatiga Desak Relaksasi dan Moratorium Pajak

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:13

Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih Tuai Pro dan Kontra

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:47

Mobil Impor untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan?

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:45

Kapolres Klaten AKBP Moh. Farug Rozi Tegaskan Penanganan Galian C Lewat Operasi Terpadu

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:08

SEMARANG DISEBUT TERMASUK DAERAH DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERTINGGI DI JATENG

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:31

Lapas Purwodadi Komitmen Wujudkan Lapas Bersinar, Gandeng BNNP Jawa Tengah

Senin, 23 Februari 2026 - 20:57

Empat Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Naik Pangkat, Kalapas Tegaskan: Jangan Tunggu Ditegur, Jadilah Visioner!

Senin, 23 Februari 2026 - 18:34

Rutan Salatiga Panen 107 Kg Lele Saat Puasa, Bukti Nyata Warga Binaan Tetap Produktif

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:05

Viral “Stop Bayar Pajak” Meluas di Jateng, Kantor Samsat Sepi – Pemerintah Ingatkan Risiko Administratif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!