Laporan |Rizkhi : Editor |Witriyani
Wonogiri|Jejakkasusindonesianews.com — Di saat sebagian orang terlelap dalam istirahat malam, perjuangan melawan waktu justru terjadi di sebuah rumah di Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Kepanikan menyelimuti keluarga saat seorang pasien membutuhkan penanganan medis darurat.
Dalam kondisi genting, Rudi (52) hanya memiliki satu harapan: bantuan cepat agar perjalanan menuju rumah sakit tidak terhambat. Tanpa ragu, ia menekan nomor darurat 110.
Di balik panggilan itu, Bripda Adi Cahyono, operator Call Center 110 Polres Wonogiri, langsung merespons. Suara panik di seberang telepon menjadi sinyal bahwa setiap detik sangat berarti.
Tanpa membuang waktu, informasi diteruskan ke petugas di lapangan. Koordinasi berlangsung cepat. Dalam hitungan menit, personel bergerak melakukan pengawalan.
Sirine pun memecah keheningan malam.
Kendaraan yang membawa pasien melaju di jalanan dengan pengawalan ketat polisi. Setiap detik perjalanan menjadi penentu antara harapan dan keselamatan.
Upaya itu tidak sia-sia.
Pasien akhirnya tiba di RS Dr. Oen Solo Baru dan langsung mendapatkan penanganan medis. Rasa cemas keluarga pun berubah menjadi kelegaan mendalam.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih. Tanpa bantuan kepolisian, kami tidak tahu harus bagaimana,” ujar Rudi dengan suara bergetar.
Di balik keberhasilan tersebut, ada peran penting yang kerap luput dari sorotan: operator layanan 110. Bripda Adi menjadi garda awal dalam merespons situasi darurat.
Ia mengakui, tugas tersebut tidak ringan, terlebih saat harus berjaga di malam hari.
“Rasa lelah pasti ada, tapi ketika telepon masuk, kami harus langsung fokus. Karena kami tahu, ada yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.
Meski begitu, ada kepuasan tersendiri ketika bantuan yang diberikan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
“Kalau bisa membantu, apalagi menyelamatkan, itu jadi semangat kami,” tambahnya.
Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa layanan 110 merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Setiap panggilan adalah amanah. Kami pastikan ditangani cepat dan profesional. Polri hadir agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan 110 sebagai jalur komunikasi cepat dengan kepolisian.
Di balik satu panggilan, ada harapan yang dijawab.
Di balik respons cepat, ada nyawa yang diselamatkan.
Polri, hadir bahkan di detik paling genting.






