Viral! Momen Kera Gua Kreo Rebutan Sesaji, Tradisi Rewanda Bikin Wisatawan Membludak

redaksi

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |Basuki : Editor | Witriyani
SEMARANG|JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti kawasan Gua Kreo pada Sabtu (28/3), saat tradisi Sesaji Rewanda kembali digelar sepekan setelah Idulfitri.

Dalam ritual yang telah diwariskan lintas generasi ini, kera-kera penghuni kawasan tampak “berpesta” menikmati sesaji hasil bumi yang disiapkan warga.

Tradisi ini bukan sekadar tontonan wisata, melainkan wujud penghormatan terhadap sejarah, leluhur, dan harmoni antara manusia dengan alam.

Prosesi diawali dengan kirab budaya sejak pagi hari. Tujuh gunungan berisi hasil bumi—mulai dari buah, sayur, ketupat hingga sego kethek—diarak warga Kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Replika kayu jati turut dibawa sebagai simbol perjalanan Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Agung Demak.

Setibanya di lokasi, doa-doa dipanjatkan sebelum hasil bumi dibagikan kepada kera. Ritual ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap makhluk hidup yang diyakini memiliki keterkaitan historis dengan penyebaran Islam di tanah Jawa.

Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori, menegaskan bahwa keberadaan kera dipandang sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga.

“Monyet-monyet ini konon membantu Sunan Kalijaga. Warga di sini diberi amanah untuk melestarikan Gua Kreo dan Waduk Jatibarang, termasuk menjaga kera-kera yang ada,” ujarnya.

Nilai tersebut telah tertanam kuat secara turun-temurun. Warga pun hidup berdampingan dengan kera tanpa mengganggu keberadaannya.
Sesaji Rewanda sendiri menjadi bagian penting dalam tradisi Syawalan masyarakat Semarang. Selain sebagai ungkapan syukur atas rezeki,

kesehatan, dan keselamatan, tradisi ini juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan makhluk hidup lainnya.

Rangkaian kegiatan turut dimeriahkan pertunjukan kolosal “Mahakarya Gua Kreo” yang melibatkan lebih dari 150 penari dan pemusik.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menyebut kegiatan ini dirancang terintegrasi untuk menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang syiar Islam oleh Sunan Kalijaga.

“Ini simbol gotong royong dan persatuan. Kami ingin menghadirkan keseimbangan antara manusia dengan flora, fauna, dan alam. Semua hidup berdampingan dengan rukun,” ungkapnya.

Kini, keberadaan kera di Gua Kreo tak hanya menjadi bagian dari ekosistem, tetapi juga identitas budaya. Tradisi Sesaji Rewanda pun terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan, menghadirkan pengalaman budaya yang autentik bagi para pengunjung.

Berita Terkait

Sinergi Pemuda Pancasila MPC Cilacap Sukseskan TMMD Kodim 0703 di Desa Sidamukti
Live TikTok Diduga Langgar Kesusilaan, Oknum Kades di Ambarawa Disorot Tajam ELBEHA Barometer: Bukan Ruang Privat, Ini Ruang Publik Digital
Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Semarang Hadiri Sedekah Desa RW 4 Kalidoh Langesari
Diduga Tinggal dengan Dosen Tanpa Ikatan Sah, AKBP B Resmi Masuk Patsus 20 Hari!!!
Paguyuban Reog Langen Sari Rayakan Hari Jadi ke-8 dengan Meriah
SMP IT Izzatul Islam Getasan Semarakkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Lomba Bernuansa Keislaman
Arca yang Terlupakan di Langensari, Saksi Bisu Peradaban yang Nyaris Terabaikan
Kuas Kecil, Imajinasi Besar di Saung Kelir Salatiga

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:52

Viral! Momen Kera Gua Kreo Rebutan Sesaji, Tradisi Rewanda Bikin Wisatawan Membludak

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:54

Sinergi Pemuda Pancasila MPC Cilacap Sukseskan TMMD Kodim 0703 di Desa Sidamukti

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:11

Live TikTok Diduga Langgar Kesusilaan, Oknum Kades di Ambarawa Disorot Tajam ELBEHA Barometer: Bukan Ruang Privat, Ini Ruang Publik Digital

Senin, 26 Januari 2026 - 01:15

Lestarikan Tradisi Leluhur, Bupati Semarang Hadiri Sedekah Desa RW 4 Kalidoh Langesari

Kamis, 20 November 2025 - 09:07

Diduga Tinggal dengan Dosen Tanpa Ikatan Sah, AKBP B Resmi Masuk Patsus 20 Hari!!!

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:19

Paguyuban Reog Langen Sari Rayakan Hari Jadi ke-8 dengan Meriah

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:37

SMP IT Izzatul Islam Getasan Semarakkan Hari Santri Nasional 2025 dengan Lomba Bernuansa Keislaman

Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:10

Arca yang Terlupakan di Langensari, Saksi Bisu Peradaban yang Nyaris Terabaikan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!