Laporan |Witriyani
KABUPATEN SEMARANG |Jejakkasusindonesianews.com – Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di SMK NU Ungaran pada Rabu (11/03/2026) terasa berbeda. Dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung B tersebut, para siswa mendapatkan pembinaan langsung dari Ratna Quratul Ainy.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas X dan XI itu menjadi bagian dari pembinaan karakter selama bulan suci Ramadhan.
Hadir sebagai narasumber, Kapolres Semarang didampingi Kapolsek Ungaran Barat serta Kasat Binmas Polres Semarang yang memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.
Pesantren Kilat Ramadhan ini mengangkat tema
“Antisipasi Kenakalan Remaja saat Ramadhan dan Hari Raya.” Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi kenakalan remaja yang kerap muncul selama bulan Ramadhan, seperti balap liar, penggunaan petasan berbahaya hingga aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pemaparannya, Kapolres Semarang menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi para pelajar untuk meningkatkan keimanan sekaligus mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif.
“Para pelajar kami ajak untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, meningkatkan ibadah serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Generasi muda harus mampu menjadi contoh yang baik di lingkungannya serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak untuk hal-hal positif,” ujar AKBP Ratna.
Selain itu, para pelajar juga diperkenalkan dengan peluang pengembangan kemampuan di bidang teknologi, salah satunya melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang mulai diperkenalkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kreativitas.
Menurutnya, beberapa siswa SMK NU Ungaran bersama pelajar dari sekolah lain di Kabupaten Semarang sebelumnya juga telah menerima pelatihan dari tim AI ASEAN yang diprakarsai Polres Semarang.
Kapolres berharap para pelajar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas serta mendukung proses belajar.
“Jangan sampai para pelajar mengisi Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan berurusan dengan hukum. Kami tentu berharap jika bertemu di Polres Semarang dalam momentum yang positif,” tegasnya.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menjaga perilaku selama bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya, sekaligus memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat baik dalam bidang keagamaan, pendidikan maupun pengembangan teknologi.






