Laporan | Narwan : Editor | M.Supadi
MAGELANG|Jejakkasusindonesianews.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua dari empat penambang pasir yang hanyut diterjang banjir lahar dingin di aliran Sungai Senowo, Kabupaten Magelang. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa korban yang ditemukan masing-masing bernama Heru Setyawan (25), warga Desa Krinjing, dan Arif Fuad Hasan (26), warga Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
“Hingga siang ini tim SAR gabungan telah menemukan dan mengevakuasi dua korban atas nama Fuad dan Heru dalam keadaan meninggal dunia. Keduanya ditemukan tersangkut di antara bebatuan sungai,” terang Budiono.
Korban pertama, Arif Fuad Hasan, ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB pada jarak 2,1 kilometer dari titik kejadian. Sementara Heru Setyawan ditemukan pada pukul 07.37 WIB sekitar 600 meter dari lokasi awal hanyut. Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Muntilan.
Dengan ditemukannya dua korban tersebut, pencarian masih difokuskan terhadap dua korban lainnya, yakni Maryuni dan Hasyim, yang hingga kini belum ditemukan.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya, memicu banjir lahar dingin di Sungai Senowo, Desa Krinjing, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Saat kejadian, keempat korban tengah melakukan aktivitas penambangan pasir di aliran sungai.
Derasnya arus lahar dingin yang datang secara tiba-tiba membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri dan hanyut terbawa material vulkanik.
Tim SAR gabungan bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan warga setempat masih melanjutkan upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai dari titik kejadian hingga beberapa kilometer ke hilir.






