Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Buruh Harian Lepas di Salatiga Jadi Tersangka

redaksi

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok.Ilustrasi

Laporan |M.Supadi 
SALATIGA | jejakkasusindonesianews.com – Dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur mencuat di Kota Salatiga. Seorang buruh harian lepas berinisial UT (59) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Salatiga atas kasus yang terjadi pada pertengahan Juli 2025.

Penetapan tersangka disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Widya Qasana Tribrata, Jumat (13/2/2026), dipimpin Kapolres Salatiga, Ade Papa Rihi.

Kapolres menjelaskan, peristiwa dugaan pencabulan terjadi sekitar pukul 06.45 hingga 07.00 WIB saat korban dijemput untuk berangkat sekolah. Dugaan perbuatan tersebut terjadi di sepanjang perjalanan dari wilayah Ledok, Argomulyo menuju Sidorejo Kidul, Tingkir.

“Peristiwa terjadi saat korban dalam perjalanan menuju sekolah. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres.

Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluarga pada 5 Agustus 2025. Pelapor dalam perkara ini adalah nenek korban berinisial WY (61), warga Kota Salatiga. Setelah menerima laporan, pihak kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menetapkan UT sebagai tersangka.

Sejak peristiwa tersebut diungkap, tersangka disebut tidak lagi menjemput korban.
Polres Salatiga menegaskan komitmennya dalam menangani perkara yang menyangkut perlindungan anak secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Proses hukum kini berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kami berkomitmen menangani setiap tindak pidana terhadap anak secara serius. Perlindungan anak menjadi prioritas,” tegas Kapolres.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila mengetahui atau mengalami kekerasan maupun pelecehan terhadap anak.

Identitas korban tidak dipublikasikan guna melindungi hak serta masa depannya, sesuai prinsip perlindungan anak dan kode etik jurnalistik.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih 6 Bulan di Kesongo Tuntang, Ratusan Warga Terdampak – Pemdes Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar Sana-Sini
Nyawa Melayang di Ikon Wisata Bawen: Kematian Siswa Magang di Dusun Semilir Seret Isu Kelalaian
Rem Blong atau Lalai? Angkot Jurusan Ungaran–Ambarawa Terguling di Bergas, Dua Penumpang Luka
R15 Hantam Wingbox Putar Balik di JLS Salatiga, Pemuda 21 Tahun Luka Kepala
Siaga Bencana! 61 Personel Polres Semarang Diterjunkan, Kapolres Ratna Turun Langsung Tangani Longsor dan Banjir Bandang
Dini Hari Mencekam di Bancak: Rumah 9×12 Meter Hangus Diduga Akibat Konsleting Listrik
Digerebek di Kamar Hotel, 8 Remaja Pesta Miras di Sidareja -Polisi Panggil Orang Tua
Hapus Diskriminasi! Forum Jurnalis Kabupaten Semarang Resmi Lahir di Momentum HPN 2026

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:22

Krisis Air Bersih 6 Bulan di Kesongo Tuntang, Ratusan Warga Terdampak – Pemdes Bungkam, Tanggung Jawab Dilempar Sana-Sini

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:06

Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Buruh Harian Lepas di Salatiga Jadi Tersangka

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:45

Nyawa Melayang di Ikon Wisata Bawen: Kematian Siswa Magang di Dusun Semilir Seret Isu Kelalaian

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:06

Rem Blong atau Lalai? Angkot Jurusan Ungaran–Ambarawa Terguling di Bergas, Dua Penumpang Luka

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:27

Siaga Bencana! 61 Personel Polres Semarang Diterjunkan, Kapolres Ratna Turun Langsung Tangani Longsor dan Banjir Bandang

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:19

Dini Hari Mencekam di Bancak: Rumah 9×12 Meter Hangus Diduga Akibat Konsleting Listrik

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:43

Digerebek di Kamar Hotel, 8 Remaja Pesta Miras di Sidareja -Polisi Panggil Orang Tua

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:31

Hapus Diskriminasi! Forum Jurnalis Kabupaten Semarang Resmi Lahir di Momentum HPN 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!