Laporan | Witriyani
SALALIGA| JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui program peternakan ayam petelur. Dari kegiatan tersebut, rutan kini mampu memproduksi sekitar 70 butir telur setiap hari.
Program ini dikelola langsung di lingkungan rutan dengan melibatkan partisipasi aktif warga binaan. Selain menjadi kegiatan produktif, peternakan ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran keterampilan yang diharapkan menjadi bekal saat para WBP kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Salatiga, Rondi, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kemandirian ekonomi warga binaan.
“Program ini bukan sekadar menghasilkan telur, tetapi juga membentuk karakter serta keterampilan warga binaan agar lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Meski memiliki keterbatasan lahan, pihak rutan menyiasatinya dengan penggunaan kandang modern berbasis teknologi sederhana. Sistem ini dinilai mampu menjaga efisiensi, kebersihan, serta keberlanjutan dalam proses beternak.
Hasil produksi telur tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal rutan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal. Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rutan dapat memberikan dampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.
Ke depan, Rutan Salatiga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian guna menciptakan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap berkontribusi setelah bebas nanti.








