Laporan |Mustaqhim : Editor | Witriyani
Purworejo | Jejakkasusindonesianews.com — Teror cuaca ekstrem kembali menghantam wilayah Kecamatan Bener. Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang tanpa ampun, merobohkan pepohonan besar hingga menghantam puluhan rumah warga.
Data sementara mencatat sedikitnya 25 rumah rusak, tersebar di sejumlah desa seperti Karangsari, Ketosari, Bener, dan Kedungloteng. Desa Bener menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan kerusakan mulai dari ringan hingga berat akibat tertimpa pohon berukuran besar, termasuk pohon durian yang sulit dievakuasi.
Camat Bener, Bambang Surtiyanto, mengungkapkan bahwa bencana terjadi sejak sore hingga malam hari. Warga pun langsung bergerak melakukan penanganan darurat secara gotong royong.
“Sebagian sudah melakukan pembenahan sejak semalam, namun ada juga yang baru bisa ditangani pagi ini karena ukuran pohon cukup besar,” ujarnya.
Evakuasi berlangsung dramatis. Warga bersama aparat berjibaku menyingkirkan batang pohon yang menimpa atap rumah. Bahkan hingga larut malam, proses pembersihan masih terus dilakukan di sejumlah titik.
Pemerintah kecamatan mengakui pendataan masih berlangsung dan jumlah korban terdampak berpotensi bertambah. Laporan awal telah disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk segera ditindaklanjuti.
Meski kerusakan cukup masif, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, beberapa warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa genteng saat angin kencang menerjang.
Peristiwa ini disebut warga sebagai kejadian paling parah yang pernah terjadi di wilayah tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD Purworejo, Timbul Susilo, mendesak agar BPBD segera turun tangan melakukan penanganan cepat dan pendataan menyeluruh terhadap dampak bencana.
Pemerintah juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan memangkas pohon-pohon besar di sekitar rumah guna mencegah risiko serupa.
Cuaca makin tak bisa diprediksi,warga diminta siaga sebelum bencana berikutnya datang!






