Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran

redaksi

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |Mulyono : Editor |Witriyani 

Demak|Jejakkasusindonesianews.com  – Peristiwa tragis akibat ledakan petasan kembali memakan korban jiwa. Seorang anak berinisial AAA (12) meninggal dunia usai mengalami luka berat dalam insiden ledakan petasan di Jalan Raya Dempet–Godong, Desa Dempet, Kabupaten Demak, Jumat (20/3/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban mengikuti kegiatan takbir keliling bersama teman-temannya. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat terpisah dari rombongan sebelum menyalakan petasan dengan cara dipegang menggunakan tang. Naas, petasan tersebut meledak seketika hingga membuat korban terpental dan terjatuh.

Korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Dempet sebelum dirujuk ke RSUD Sunan Kalijaga Demak. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya akibat luka berat di bagian kepala.

Sebagai bentuk kepedulian, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino bersama jajaran pejabat utama Polres Demak mendatangi rumah duka korban di Desa Dempet, Selasa (24/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

“Atas nama pribadi dan institusi, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda AAA akibat ledakan petasan,” ungkapnya.

Kapolres menegaskan, kejadian ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan akan dibahas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk langkah tegas dalam memberantas peredaran petasan di wilayah Demak.

“Ke depan, pengawasan akan diperketat. Razia dan penindakan terhadap peredaran petasan akan kami tingkatkan agar tidak ada lagi korban jiwa,” tegasnya.

Tak hanya itu, kepolisian juga akan menindak penggunaan sound system berlebihan atau “sound horeg” yang kerap mengganggu ketertiban masyarakat, khususnya saat malam takbiran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut menyerahkan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan dukungan moril.
Pihak keluarga korban berharap tragedi serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta aparat bertindak tegas terhadap peredaran petasan yang dinilai sangat berbahaya.

“Kami berharap petasan benar-benar ditiadakan. Jangan sampai ada korban lagi seperti anak kami,” ujar perwakilan keluarga dengan nada haru.

Kapolres pun mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan maupun memperjualbelikan petasan dalam bentuk apa pun, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Petasan memiliki risiko tinggi, mulai dari luka bakar, cedera serius, hingga potensi kebakaran. Keselamatan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Berita Terkait

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif
Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan
Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:40

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:32

Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35

Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!