Diduga Keracunan Massal MBG, Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Terserang Gejala, Puluhan Dilarikan ke Rumah Sakit

redaksi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |Yogie
KUDUS | jejakkasusindonesianews.com – Dugaan keracunan massal mengguncang SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1/2026). Ratusan siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya. Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah nyaris lumpuh.

Sejak pagi, para siswa mengeluhkan berbagai gejala seperti mual, pusing, muntah, nyeri perut hingga diare. Kondisi tersebut memicu kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah ambulans dari berbagai rumah sakit di Kabupaten Kudus dikerahkan untuk mengevakuasi siswa yang mengalami gejala berat.
Siswa yang membutuhkan penanganan intensif dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD dr Loekmonohadi, RS Sarkies, RS Kumalasiwi, RS Mardi Rahayu, serta RS Islam Kudus. Petugas medis bergerak cepat guna memastikan kondisi para korban tetap stabil.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan massal tersebut. Ia menyebutkan laporan pertama diterima sejak pagi hari dan pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta rumah sakit.

“Ada laporan siswa mengalami mual, muntah, dan diare. Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan. Penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” jelas Mustiko.

Menurutnya, makanan yang dikonsumsi siswa merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (28/1/2026). Menu saat itu terdiri dari nasi putih, ayam, tempe, sayur kecambah, dan kuah soto. Sejumlah siswa mengaku mencium aroma tidak sedap dari makanan tersebut sebelum akhirnya mengalami keluhan keesokan harinya.
“Kami sudah mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium. Distribusi MBG dari dapur penyedia yang sama kami hentikan sementara,” tegasnya.

Data sementara hingga pukul 12.30 WIB mencatat sebanyak 97 siswa menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 104 siswa lainnya menjalani observasi mandiri karena hanya mengalami gejala ringan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat menangani insiden ini dan memastikan seluruh siswa terdampak mendapat pelayanan kesehatan maksimal.

“Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama. Saya minta semua korban ditangani optimal dan biaya perawatan tidak menjadi kendala,” tegas Bupati.

Ia juga memerintahkan penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis dari dapur penyedia yang sama hingga hasil investigasi menyatakan aman.
“Program ini sangat baik, tetapi pelaksanaannya harus diawasi secara ketat. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia dan proses distribusi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Pemkab Kudus memastikan proses investigasi dilakukan secara transparan dengan melibatkan dinas terkait. Pihak sekolah diminta meningkatkan pengawasan terhadap kondisi siswa serta segera melaporkan apabila masih ditemukan keluhan lanjutan.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah. Evaluasi terhadap standar kebersihan, pengolahan, dan distribusi makanan dinilai mendesak agar keselamatan pelajar benar-benar terjamin.

Berita Terkait

Nahas di Atas Pohon! Warga Ngawi Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Cari Pakan Ternak di Sragen
TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif
Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran
Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan
Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:58

Nahas di Atas Pohon! Warga Ngawi Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi Saat Cari Pakan Ternak di Sragen

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:40

TNI-Polri Solid! Bupati Semarang Pastikan Lebaran Aman dan Wisata Tetap Kondusif

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:32

Tragedi Petasan Renggut Nyawa Bocah 12 Tahun di Demak, Kapolres Turun Tangan: Razia Diperketat Jelang Takbiran

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:35

Ngeri di Puncak Arus Mudik! Mobil Terbakar di Tol KM 459B, Aksi Cepat Polisi Cegah Kekacauan

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Berita Terbaru

error: Content is protected !!