Makan Bergizi Gratis” Berujung Derita, Puluhan Siswa SMPN 8 Salatiga Mual-Muntah

redaksi

Senin, 6 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan:Witriyani 

SALATIGA | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Suasana belajar di SMP Negeri 8 Salatiga mendadak lumpuh pada Senin (6/10/2025). Sebanyak 192 siswa dilaporkan absen massal akibat mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementara, para siswa mengalami keracunan makanan seusai mengikuti kegiatan perkemahan di kawasan Gunungpati, Kota Semarang.

Kepala Sekolah SMPN 8 Salatiga, Yohana Natallina Sari, menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan tersebut berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (1–3/10/2025), dan diikuti seluruh siswa kelas VII dan VIII.

“Pada dua hari pertama tidak ada masalah. Menu yang disajikan berupa makanan kering,” ujar Yohana saat ditemui di sekolahnya, Senin siang (6/10/2025).

Namun, pada hari terakhir kegiatan, Jumat (3/10/2025), para siswa tiba di Lapangan Klumpit, Tingkir, Salatiga sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, sebanyak 529 siswa menerima menu MBG berisi nugget tempe, salad sayur, telur ceplok, burger, dan semangka.

“Ada yang langsung dimakan di lapangan, ada yang disantap di sekolah, dan sebagian dibawa pulang,” jelasnya.

Keesokan harinya, Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 10.15 WIB, pihak sekolah mulai menerima laporan dari sejumlah orang tua bahwa anak mereka mengalami mual, muntah, pusing, dan diare-gejala khas keracunan makanan.

“Begitu dapat laporan, kami langsung minta pendataan kondisi siswa, termasuk jumlah dan lokasi mereka dirawat,” kata Yohana.

Dari hasil pendataan, 192 siswa tercatat absen, dengan dua siswa harus dirawat di rumah sakit. Meski sebagian besar hanya mengalami sakit ringan dan kelelahan, pihak sekolah tidak menutup kemungkinan adanya kaitan antara menu MBG dan kondisi kesehatan para siswa tersebut.

“Penyebab pastinya masih perlu kepastian medis, apakah karena makanan atau daya tahan tubuh masing-masing siswa,” imbuh Yohana.

Peristiwa ini kini menjadi sorotan banyak pihak, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan nasional yang semestinya memberikan manfaat bagi peserta didik. Dugaan keracunan massal ini diharapkan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait agar kejadian serupa tidak terulang. (*)

 

 

Berita Terkait

Viral Video Perkelahian Karyawan Pabrik, Polsek Bergas Bergerak Cepat Periksa Sejumlah Saksi
Si Jago Merah Mengamuk ” Hanguskan Bengkel Las di Teras, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi!
BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!
Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi
Si Jago Merah Mengamuk di Mranggen Demak, Dua Rumah Milik Perantau Ludes Terbakar
Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Ditangkap Polisi
Polsek Cepogo Bergerak Cepat! Kebakaran Limbah Kabel Bekas Berhasil Dijinakkan Sebelum Ancam Permukiman Warga
Tragedi di Sabana Merbabu, Pendaki Asal Semarang Meninggal Saat Menuju Puncak

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:05

Viral Video Perkelahian Karyawan Pabrik, Polsek Bergas Bergerak Cepat Periksa Sejumlah Saksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:47

Si Jago Merah Mengamuk ” Hanguskan Bengkel Las di Teras, Polisi Bergerak Cepat Amankan Lokasi!

Senin, 15 Juni 2026 - 23:12

BERIZIN TAPI BIKIN RESAH! DPRD SEMARANG SOROT TAMBANG GALIAN C DELIK, JALAN RUSAK DAN WARGA MENJERIT!!

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:41

Dendam Membara, Pembakar Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Dibekuk Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37

Si Jago Merah Mengamuk di Mranggen Demak, Dua Rumah Milik Perantau Ludes Terbakar

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:01

Pelaku Pembakaran Dua Rumah di Karangawen Akhirnya Ditangkap Polisi

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:55

Polsek Cepogo Bergerak Cepat! Kebakaran Limbah Kabel Bekas Berhasil Dijinakkan Sebelum Ancam Permukiman Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:44

Tragedi di Sabana Merbabu, Pendaki Asal Semarang Meninggal Saat Menuju Puncak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!