Jasirah Race 2025 Resmi Dilepas: Jejak Sejarah Jawa dalam Lintasan Kereta, Kuliner, dan UMKM

redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang,||Jejakkasusindonesianews.com- Event Jejak Wisata Sejarah atau Jasirah Race 2025 resmi dimulai. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara simbolis melepas para peserta di depan ikon legendaris Lawang Sewu, Kota Semarang, pada Jumat (25/7/2025).

Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menjelajahi lima kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Semarang, Tegal, Purwokerto, Solo, dan Yogyakarta. Dalam penjelajahannya, mereka tidak hanya menelusuri jejak sejarah dari berbagai zaman,mulai dari Mataram Hindu, Mataram Islam, hingga kolonial—tetapi juga mencicipi kuliner lokal, menyapa pelaku UMKM, dan mempromosikan kekayaan budaya Jawa melalui media sosial.

“Rekan-rekan ini akan menjadi duta wisata Jawa Tengah. Mereka mengeksplorasi sekaligus memviralkan potensi wilayah, termasuk sarana dan prasarananya. Bukan hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tapi juga dunia luar,” ungkap Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Menurutnya, nilai utama dari Jasirah Race bukan pada persaingan atau hadiah, melainkan dalam proses menghayati dan mengangkat cerita di balik setiap destinasi. Peserta akan menjumpai banyak hal menarik: situs-situs bersejarah, warung tradisional, kampung UMKM, dan cerita lokal yang belum banyak terekspos secara luas.

Lebih jauh, Jasirah Race 2025 juga menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Jawa Tengah dalam menciptakan aglomerasi wisata dan pertumbuhan ekonomi baru. Selain mengangkat pariwisata, event ini juga memperkuat konektivitas wilayah dan membuka peluang investasi, termasuk promosi hotel, transportasi, hingga kerajinan tangan lokal.

“Mereka secara tidak langsung memetakan potensi pertumbuhan ekonomi baru, termasuk mempromosikan transportasi seperti kereta api (KAI), layanan ojek daring, hingga penerbangan Garuda Indonesia,” tambah Luthfi.

Simbol Rel Besi dan Transformasi Jawa

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisapurto, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah “Tanah Jawa Berkalung Besi”, terinspirasi dari ramalan Prabu Joyoboyo yang menyebutkan bahwa suatu saat Tanah Jawa akan “kalungan wesi” (berkalung besi). Kini terbukti, hanya Pulau Jawa yang memiliki jalur rel kereta api melingkar hampir menyeluruh.

“Simbol besi ini menggambarkan kekuatan, konektivitas, dan transformasi wilayah, baik lewat tol, rel kereta, maupun jalan desa. Harapannya, Jasirah Race bisa menjadi bagian dari sport tourism dan narasi kebangkitan wisata sejarah,” ujarnya.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang, namun disyaratkan minimal salah satu anggota tim memiliki pengikut media sosial aktif sebanyak 2.000 follower. Selama perjalanan, mereka akan mengerjakan berbagai misi dan tantangan dari panitia, sembari mengunggah hasil penelusuran mereka dalam bentuk video, foto, dan narasi digital.

Tak hanya promosi wisata, peserta juga diminta ikut serta dalam edukasi cinta rupiah, pemahaman QRIS, dan kampanye bangga produk lokal.

Event Tahunan Penanda Wajah Baru Pariwisata Jawa

Diharapkan, Jasirah Race akan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menambah panjang masa inap (length of stay) wisatawan di Jawa Tengah, tetapi juga mengubah wajah pariwisata menjadi lebih aktif, kreatif, dan terkoneksi digital.

Dengan menggabungkan eksplorasi budaya, tantangan wisata sejarah, promosi digital, serta sinergi transportasi, Jasirah Race 2025 diyakini akan menjadi langkah besar dalam membangkitkan kembali keunggulan lokal Pulau Jawa di panggung nasional maupun internasional.

“Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah gerakan ekonomi budaya yang menyatu dengan semangat zaman,” tutup Rahmat

Penulis : Yogie PS 

Editor :Redaksi

Loading

Berita Terkait

Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan
Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!
Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat
LAPAS PURWODADI TEGASKAN KOMITMEN! HBP KE-62 JADI MOMENTUM KERJA NYATA DAN PELAYANAN PRIMA TANPA KOMPROMI
HBP ke-62 Menggema di Rutan Salatiga: Aksi Sosial dan Soliditas Jadi Bukti Nyata Pengabdian
Tak Tunggu Parah” Rutan Salatiga Gerak Cepat Rujuk WBP Positif DB dan Tipes ke RS DKT Dr. Asmir
TMMD ke-128 Resmi Bergulir, Kodam IV/Diponegoro Genjot Pembangunan Desa
Rutan Salatiga Gaspol Bersih-Bersih, Ikrar Zero Halinar Bukan Sekadar Seremoni!!

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:58

Rutan Salatiga Gandeng Kelurahan” Program Desa Binaan Jadi Jalan Baru Pembinaan Warga Binaan

Rabu, 29 April 2026 - 09:54

Dari Balik Jeruji ” 25 Warga Binaan Rutan Salatiga Asah Skill Batik untuk Masa Depan Mandiri!

Selasa, 28 April 2026 - 12:47

Rutan Salatiga Tertibkan Data WBP : NIK Diverifikasi, Biometrik Direkam Demi Bekal Kembali ke Masyarakat

Senin, 27 April 2026 - 17:29

LAPAS PURWODADI TEGASKAN KOMITMEN! HBP KE-62 JADI MOMENTUM KERJA NYATA DAN PELAYANAN PRIMA TANPA KOMPROMI

Senin, 27 April 2026 - 13:06

HBP ke-62 Menggema di Rutan Salatiga: Aksi Sosial dan Soliditas Jadi Bukti Nyata Pengabdian

Sabtu, 25 April 2026 - 13:11

Tak Tunggu Parah” Rutan Salatiga Gerak Cepat Rujuk WBP Positif DB dan Tipes ke RS DKT Dr. Asmir

Kamis, 23 April 2026 - 09:27

TMMD ke-128 Resmi Bergulir, Kodam IV/Diponegoro Genjot Pembangunan Desa

Rabu, 22 April 2026 - 14:03

Rutan Salatiga Gaspol Bersih-Bersih, Ikrar Zero Halinar Bukan Sekadar Seremoni!!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!