Laporan | Witriyani
Salatiga | Jejakkasusindonesianews.com — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui panen raya ikan lele yang berlangsung pada 9 April 2026. Sebanyak 65 kilogram lele berhasil dipanen dari kolam budidaya yang dikelola bersama oleh warga binaan dan petugas.
Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian melalui Dapur Sehat Rutan. Selain itu, sebagian hasil juga dipasarkan kepada petugas sebagai bagian dari pengembangan usaha produktif di lingkungan rutan.
Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam bidang pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Rondi, mengapresiasi keberhasilan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa budidaya lele tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah bebas.
“Program ini sangat positif karena selain menunjang kebutuhan konsumsi, juga membekali warga binaan dengan keterampilan agar lebih mandiri di masa depan,” ujarnya.
Salah satu warga binaan, Hamam, turut mengungkapkan rasa antusiasnya. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang bermanfaat selama mengikuti kegiatan budidaya lele tersebut.
“Alhamdulillah, kami senang bisa terlibat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga belajar cara beternak lele yang benar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Salatiga berharap program pembinaan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi warga binaan serta lingkungan sekitar.







