Laporan : Mulyono | Editor : Witriyani
DEMAK | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM – Upaya menjaga stabilitas keamanan pasca Lebaran terus diperkuat. Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra turun langsung menyambangi para ulama, Jumat (27/3/2026), sebagai langkah strategis merawat sinergi antara Polri dan tokoh agama.
Silaturahmi tersebut menyasar dua tokoh berpengaruh, yakni KH. Munif Muhammad Zuhri di Pondok Pesantren Girikesumo, Mranggen, serta KH. Baidlowi Misbah di Pondok Pesantren Al Hidayat, Guntur.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolres yang akrab disapa AKBP Samel
menegaskan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Demak selama dan setelah Lebaran terpantau aman serta terkendali. Ia menilai capaian tersebut merupakan buah dari sinergi lintas elemen, termasuk peran ulama dan kesadaran masyarakat.
“Keamanan yang kita rasakan hari ini adalah hasil kebersamaan. Peran ulama sangat besar dalam menjaga kesejukan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi ulama, KH. Munif Muhammad Zuhri menekankan pentingnya hubungan harmonis antara ulama dan umaro sebagai pilar utama stabilitas daerah. Ia mengingatkan agar aparat tetap mengedepankan nilai kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Jika ulama dan umaro berjalan seiring, maka keamanan akan terjaga dengan kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, KH. Baidlowi Misbah mengapresiasi kinerja Polri selama pengamanan Lebaran. Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan memberikan rasa aman sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan tertib.
“Polri telah bekerja maksimal. Kami merasakan langsung dampaknya, masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kebersamaan demi mewujudkan Demak yang lebih maju, bermartabat, dan sejahtera.
Silaturahmi ini menjadi bukti bahwa menjaga Kamtibmas tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara aparat, ulama, dan masyarakat sebagai satu kekuatan utuh.






