Dok/Ilustrasi
Laporan | Adi Winarko
Semarang | jejakkasusindonesianews.com- Rencana pengadaan kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi sorotan publik.[28/2]
PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengadakan sekitar 105.000 unit mobil pikap guna mendukung operasional distribusi koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.
Pengadaan kendaraan tersebut diklaim bertujuan memperlancar distribusi barang, terutama di wilayah pedesaan dengan medan sulit, termasuk akses ke area pertanian dan persawahan. Pihak penyelenggara menyebut langkah pengadaan diambil karena faktor harga lebih kompetitif serta keterbatasan kemampuan produksi dalam negeri untuk memenuhi jumlah besar dalam waktu singkat.
Kebijakan tersebut juga diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun.
Namun rencana itu menuai keberatan dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan legislatif, pelaku industri, serta pengamat otomotif menilai pengadaan kendaraan dalam jumlah besar berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan mengurangi dampak ekonomi domestik.
Selain itu muncul kritik bahwa kebutuhan kendaraan koperasi dinilai belum melibatkan pengurus koperasi desa secara langsung sehingga dianggap sebagai kebijakan dari atas ke bawah (top down).
Pengamat otomotif juga mengingatkan adanya potensi risiko teknis karena perbedaan spesifikasi kendaraan dengan kondisi bahan bakar serta karakteristik medan di Indonesia.
Publik kini menunggu transparansi perhitungan pengadaan, kebutuhan riil koperasi desa, serta manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat agar tujuan peningkatan kesejahteraan desa benar-benar tercapai.
Sumber : hasil rangkuman informasi publik






