Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih Tuai Pro dan Kontra

redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok/Ilustrasi

Laporan | Adi Winarko 
Semarang | jejakkasusindonesianews.com- Rencana pengadaan kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih kembali menjadi sorotan publik.[28/2]

PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mengadakan sekitar 105.000 unit mobil pikap guna mendukung operasional distribusi koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia.

Pengadaan kendaraan tersebut diklaim bertujuan memperlancar distribusi barang, terutama di wilayah pedesaan dengan medan sulit, termasuk akses ke area pertanian dan persawahan. Pihak penyelenggara menyebut langkah pengadaan diambil karena faktor harga lebih kompetitif serta keterbatasan kemampuan produksi dalam negeri untuk memenuhi jumlah besar dalam waktu singkat.

Kebijakan tersebut juga diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun.

Namun rencana itu menuai keberatan dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan legislatif, pelaku industri, serta pengamat otomotif menilai pengadaan kendaraan dalam jumlah besar berpotensi melemahkan industri otomotif nasional dan mengurangi dampak ekonomi domestik.

Selain itu muncul kritik bahwa kebutuhan kendaraan koperasi dinilai belum melibatkan pengurus koperasi desa secara langsung sehingga dianggap sebagai kebijakan dari atas ke bawah (top down).

Pengamat otomotif juga mengingatkan adanya potensi risiko teknis karena perbedaan spesifikasi kendaraan dengan kondisi bahan bakar serta karakteristik medan di Indonesia.

Publik kini menunggu transparansi perhitungan pengadaan, kebutuhan riil koperasi desa, serta manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat agar tujuan peningkatan kesejahteraan desa benar-benar tercapai.

Sumber : hasil rangkuman informasi publik

Berita Terkait

Mobil Impor untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan?
Kapolres Klaten AKBP Moh. Farug Rozi Tegaskan Penanganan Galian C Lewat Operasi Terpadu
SEMARANG DISEBUT TERMASUK DAERAH DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERTINGGI DI JATENG
Lapas Purwodadi Komitmen Wujudkan Lapas Bersinar, Gandeng BNNP Jawa Tengah
Empat Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Naik Pangkat, Kalapas Tegaskan: Jangan Tunggu Ditegur, Jadilah Visioner!
Rutan Salatiga Panen 107 Kg Lele Saat Puasa, Bukti Nyata Warga Binaan Tetap Produktif
Viral “Stop Bayar Pajak” Meluas di Jateng, Kantor Samsat Sepi – Pemerintah Ingatkan Risiko Administratif
PKB Naik 66 Persen, Ketua DPRD Salatiga Desak Relaksasi dan Moratorium Pajak

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:13

Impor 105 Ribu Mobil Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih Tuai Pro dan Kontra

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:47

Mobil Impor untuk Koperasi Desa Merah Putih, Siapa Diuntungkan?

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:45

Kapolres Klaten AKBP Moh. Farug Rozi Tegaskan Penanganan Galian C Lewat Operasi Terpadu

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:08

SEMARANG DISEBUT TERMASUK DAERAH DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERTINGGI DI JATENG

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:31

Lapas Purwodadi Komitmen Wujudkan Lapas Bersinar, Gandeng BNNP Jawa Tengah

Senin, 23 Februari 2026 - 20:57

Empat Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Naik Pangkat, Kalapas Tegaskan: Jangan Tunggu Ditegur, Jadilah Visioner!

Senin, 23 Februari 2026 - 18:34

Rutan Salatiga Panen 107 Kg Lele Saat Puasa, Bukti Nyata Warga Binaan Tetap Produktif

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:05

Viral “Stop Bayar Pajak” Meluas di Jateng, Kantor Samsat Sepi – Pemerintah Ingatkan Risiko Administratif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!