Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Tengaran, Arus Solo–Semarang Sempat Terhenti

redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan |Witriyani 

KAB SEMARANG | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM
Pagi hari yang seharusnya tenang berubah mencekam. Sebuah pohon pete setinggi ±15 meter mendadak tumbang melintang dan menutup total Jalan Raya Solo–Semarang, tepatnya di Dusun Bener, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pohon berdiameter sekitar 30 cm itu roboh tepat saat sebuah minibus Daihatsu Xenia H 1737 DI yang dikemudikan Joko (41), warga Kecamatan Kaliwungu, tengah melintas. Benturan tak terhindarkan, membuat bagian depan kendaraan ringsek, memicu kepanikan pengguna jalan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun arus lalu lintas di jalur vital penghubung Salatiga–Boyolali–Solo sempat lumpuh total.

Informasi dihimpun, angin kencang disertai cuaca ekstrem menjadi pemicu utama tumbangnya pohon. Kondisi akar yang rapuh tak mampu menahan beban pohon yang rindang.
Mendapat laporan warga, personel Piket Polsek Tengaran bersama Unit Lalu Lintas Tengaran langsung bergerak cepat ke lokasi. Proses evakuasi dipimpin Kanit Binmas Polsek Tengaran, Ipda Nastain, S.H., melibatkan Bhabinkamtibmas, Damkar, perangkat desa, serta warga setempat.

“Jalur yang tertutup merupakan jalur utama dari arah Salatiga menuju Boyolali dan Solo. Alhamdulillah, berkat sinergi semua pihak, evakuasi bisa dilakukan dengan cepat,” ujar Ipda Nastain di lokasi.

Tak berselang lama, pohon berhasil dipotong dan dievakuasi, lalu lintas kembali normal.
Polisi pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat melintas di jalur rawan pohon tumbang.

“Cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan masih berpotensi terjadi. Kami imbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Catatan Redaksi:
Insiden ini kembali menegaskan lemahnya mitigasi pohon rawan tumbang di jalur nasional. Pencegahan harus dilakukan sebelum korban berjatuhan.

Berita Terkait

Siaga Bencana! 61 Personel Polres Semarang Diterjunkan, Kapolres Ratna Turun Langsung Tangani Longsor dan Banjir Bandang
Dini Hari Mencekam di Bancak: Rumah 9×12 Meter Hangus Diduga Akibat Konsleting Listrik
Digerebek di Kamar Hotel, 8 Remaja Pesta Miras di Sidareja -Polisi Panggil Orang Tua
Maut Miras Oplosan di Jepara: Tiga Tersangka Diringkus, Enam Nyawa Melayang
Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri
Puluhan Siswa dan Guru SD di Wonosobo Diduga Keracunan MBG, Dapur Penyedia Bungkam: Ada Apa?
Tak Ada Tanda Kekerasan, Ibu 50 Tahun Ditemukan Meninggal Mendadak di Kamar Kos
Dikepung Warga, Rombongan Diduga Klitih Kabur dari Patalan Bantul

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:27

Siaga Bencana! 61 Personel Polres Semarang Diterjunkan, Kapolres Ratna Turun Langsung Tangani Longsor dan Banjir Bandang

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:19

Dini Hari Mencekam di Bancak: Rumah 9×12 Meter Hangus Diduga Akibat Konsleting Listrik

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:43

Digerebek di Kamar Hotel, 8 Remaja Pesta Miras di Sidareja -Polisi Panggil Orang Tua

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:24

Maut Miras Oplosan di Jepara: Tiga Tersangka Diringkus, Enam Nyawa Melayang

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:13

Oknum Polisi di Kalbar Diduga Rekayasa Kasus Narkoba, Anggota Polres Kirim Surat Terbuka ke Presiden dan Kapolri

Senin, 9 Februari 2026 - 22:05

Puluhan Siswa dan Guru SD di Wonosobo Diduga Keracunan MBG, Dapur Penyedia Bungkam: Ada Apa?

Senin, 9 Februari 2026 - 15:01

Tak Ada Tanda Kekerasan, Ibu 50 Tahun Ditemukan Meninggal Mendadak di Kamar Kos

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:32

Dikepung Warga, Rombongan Diduga Klitih Kabur dari Patalan Bantul

Berita Terbaru

error: Content is protected !!