Publik Murka! Bungkamnya Kapolres Blora Dinilai Ancaman Kebebasan Pers

redaksi

Minggu, 14 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora / jejakkasusindonesianews.com – Polemik dugaan kriminalisasi tiga wartawan di Blora terus menggelinding. Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto yang sebelumnya menuding wartawan melakukan pemerasan di Temanggung, kini justru bungkam saat diminta bukti.

Redaksi mengajukan konfirmasi resmi sejak Senin (1/9/2025) terkait dasar hukum dan bukti tuduhan. Namun hingga berita ini diturunkan, Kapolres maupun Kanit Unit 3 Ipda Cahyoko memilih diam. Sikap bungkam ini memperkuat dugaan bahwa tuduhan hanyalah opini tanpa landasan fakta.

Padahal, rekaman percakapan yang beredar justru mengungkap upaya suap dari seorang oknum bernama Boby agar berita mafia BBM dihapus. Fakta ini membalik narasi Kapolres yang menyebut adanya pemerasan oleh wartawan.

Kuasa hukum wartawan, Dr. John L. Situmorang, S.H., M.H., menilai langkah aparat penuh kejanggalan. “Setelah P21, perkara seharusnya menjadi kewenangan Jaksa. Anehnya polisi justru menghentikan dengan Restorative Justice, lalu menambah tuduhan baru tanpa bukti. Ini janggal dan kami akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Kritik keras juga datang dari organisasi pers. Ketua AWPI Jawa Tengah, Ir. Elman Sirait, menyebut tindakan Kapolres Blora sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers. “Kalau aparat bisa menuduh tanpa bukti lalu bungkam saat dikonfirmasi, itu berbahaya bagi demokrasi. Kami menuntut klarifikasi terbuka dan permintaan maaf,” ujarnya.

Kini publik menunggu keberanian Kapolres Blora membuktikan tuduhannya. Semakin lama bungkam, semakin kuat dugaan bahwa isu pemerasan hanyalah manuver untuk membungkam suara pers.

Dikutip laman : Infojatengnews.com

[Red]

Loading

Berita Terkait

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal
Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger
Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku
Konsleting Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih di Kaliwungu dan Dua Motor Ludes Dilalap Api
Tukang Tebas Tewas di Atas Pohon Kelapa Saat Cari Janur, Warga Brangkongan Geger Laporan

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12

Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55

Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Senin, 16 Maret 2026 - 16:14

Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:57

Konsleting Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih di Kaliwungu dan Dua Motor Ludes Dilalap Api

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:46

Tukang Tebas Tewas di Atas Pohon Kelapa Saat Cari Janur, Warga Brangkongan Geger Laporan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!