Laporan |Yogie
SEMARANG |Jejakkasusindonesianews.com Aksi dugaan premanisme jalanan menggegerkan warga Kota Semarang setelah sebuah video pengepungan terhadap satu keluarga di kawasan Jalan Lingkar, arah keluar Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani menuju Pelabuhan Tanjung Emas viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, kendaraan korban tampak dipepet dan diblokade tiga mobil sekaligus. Satu kendaraan menghadang dari depan, sementara dua lainnya menutup akses dari belakang, membuat mobil korban tak bisa bergerak.
Menurut keterangan pengemudi yang diunggah dalam caption video, sedikitnya enam pria tak dikenal turun dari mobil dan langsung mengerumuni kendaraan korban. Mereka disebut menggedor-gedor kaca serta memaksa pengemudi dan penumpang keluar dari dalam mobil.
“Ada orang enam lebih, saya dikepung. Satu di depan, dua di belakang memblokir jalan saya. Saya tidak tahu apa maksudnya, mereka memaksa saya keluar sambil menggedor kaca,” tulis korban.
Di dalam mobil tersebut terdapat istri, anak, serta kedua mertua korban. Dalam situasi mencekam itu, pengemudi memilih tetap tenang, mengunci seluruh pintu (central lock), dan segera menghubungi layanan darurat kepolisian 110.
Mengetahui korban meminta bantuan aparat, kelompok pria tersebut langsung meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba.
“Syukur saya, istri, anak saya, dan kedua mertua saya baik-baik saja. Sebelum polisi datang, mereka sudah pergi,” lanjutnya.
Polisi Diminta Bertindak Cepat
Peristiwa ini memicu keresahan publik, terutama pengguna jalan yang melintas di jalur lingkar menuju kawasan pelabuhan dan bandara—area vital yang seharusnya mendapat pengamanan maksimal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif maupun identitas para terduga pelaku. Namun masyarakat mendesak aparat segera mengusut tuntas kasus ini dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan.
Imbauan Keselamatan bagi Pengendara:
Tetap waspada saat melintas di jalur sepi atau pada jam rawan.
Jangan keluar dari kendaraan jika dihadang orang tak dikenal dalam situasi mencurigakan.
Pastikan pintu kendaraan terkunci dan segera hubungi 110 jika dalam keadaan darurat.
Kasus ini menjadi alarm keras bahwa keamanan jalan raya harus menjadi prioritas. Aparat penegak hukum dituntut hadir cepat, tegas, dan tanpa kompromi terhadap segala bentuk intimidasi maupun premanisme jalanan di Kota Semarang.






