Laporan |Witryani
Salatiga |Jejakkasusindonesianews.com– Pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar Polres Salatiga resmi berakhir pada Sabtu (15/02/2026). Hasilnya, capaian penindakan pelanggaran lalu lintas melampaui target yang telah ditetapkan, bahkan menembus angka 104 persen.
Dalam konferensi pers, Kapolres Salatiga Ade Papa Rihi menyampaikan bahwa selama operasi berlangsung, pihaknya berhasil menindak 1.017 pelanggaran lalu lintas.
“Capaian Operasi Keselamatan Candi 2026 mencapai 104 persen dari target. Ini menunjukkan peningkatan kepatuhan serta efektivitas penegakan hukum yang kami lakukan,” ungkapnya.
Dari total 1.017 pelanggaran tersebut, rinciannya sebagai berikut:
51 pelanggar ditindak melalui ETLE statis,
382 pelanggar dikenakan tilang manual,
584 pelanggar diberikan teguran.
Selain penindakan pelanggaran, selama pelaksanaan operasi tercatat tiga kejadian kecelakaan lalu lintas dengan kategori ringan. Tidak terdapat kecelakaan berat maupun korban meninggal dunia.
Kapolres menegaskan, tren kecelakaan selama periode operasi menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini menjadi indikator bahwa pendekatan preventif, edukatif, dan penegakan hukum yang terukur mampu menekan angka pelanggaran dan risiko kecelakaan.
Keberhasilan Operasi Keselamatan Candi 2026 juga disebut sebagai hasil sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas di wilayah Kota Salatiga.
Polres Salatiga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kepatuhan dan kesadaran berlalu lintas meskipun operasi telah berakhir.
“Keselamatan di jalan bukan hanya saat operasi berlangsung, tetapi menjadi kebutuhan setiap hari. Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar target angka,” tegas AKBP Ade Papa Rihi.






