Skandal Perbaikan Jembatan Kali Tipar Cilacap: “Ganti Kulit” Bermodal Rp5,8 Miliar?

redaksi

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP /JKI — Proyek perbaikan Jembatan Kali Tipar di Kabupaten Cilacap, yang menghabiskan anggaran Rp5,8 miliar dari APBD 2025, menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi solusi strategis, pengerjaan pasangan batu belah di jembatan ini justru dinilai sekadar “ganti kulit” dan jauh dari standar teknis.

Video yang memperlihatkan pekerjaan asal-asalan tersebut viral di media sosial, memicu amarah warga.

“Yang diperbaiki cuma seupil, padahal yang rusak parah hampir semua. Ini namanya bukan perbaikan, tapi buang-buang duit rakyat!” kata seorang warga dengan nada kesal.

Masyarakat mendesak seluruh pekerjaan dibongkar total dan kontraktor nakal dimasukkan dalam daftar hitam, karena proyek ini diduga kuat sebagai bentuk penyalahgunaan anggaran daerah.

Ironisnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cilacap memilih bungkam saat dimintai konfirmasi, memicu pertanyaan publik soal lemahnya pengawasan. Dugaan pun bermunculan: mulai dari praktik subkontrak yang tak jelas, hingga adanya setoran kepada oknum dinas yang berujung pada rendahnya kualitas proyek.

Kritik dari Aktivis & Pewarta

Ketua GNPK RI Cilacap, Albani Idris, S.Sos., S.H., menyoroti proses tender yang dinilai “ugal-ugalan” dan mengabaikan harga satuan material.

“Ini bukti lemahnya pengawasan! Dinas PUPR harus dievaluasi total,” tegasnya.

Sementara itu, Mulyadi Tanjung dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) mengajak semua pewarta untuk terus memantau penggunaan APBD.

 

“Kabarkan ke publik sesuai temuan di lapangan, karena itu bentuk kontribusi kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Publik menunggu langkah tegas: apakah proyek ini akan diperbaiki sesuai standar atau dibiarkan menjadi monumen kegagalan yang membahayakan keselamatan warga?

[Tiem]

 

 

 

Loading

Berita Terkait

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal
Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger
Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12

Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55

Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Senin, 16 Maret 2026 - 16:14

Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

error: Content is protected !!