Kendal || jejakkasusindonesianews.com- 27/Agustus/2025 – Dunia pertambangan kembali diwarnai tragedi penganiayaan. Dua pekerja tambang, Susanto (driver alat berat) dan rekannya, Warso, harus menanggung derita setelah menjadi korban pengeroyokan brutal oleh puluhan security di lokasi galian C milik PT Sido Muncul, Desa Sumberejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Informasi di lapangan menyebut, suasana mencekam menyelimuti lokasi saat insiden berlangsung. Bukan hanya dipukuli tangan kosong, tubuh kedua korban dihajar bertubi-tubi menggunakan besi dan tongkat oleh oknum security. Tak pelak, Susanto dan Warso mengalami luka parah, wajah lebam, dan tubuh penuh memar. Mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
“Kami dari Rumah Adat ( rumah aduan masyarakat ) siap mendampingi dan mendorong agar kasus ini diproses secara hukum. Laporan resmi sudah masuk ke Polda Jawa Tengah dan Polres Kendal,” tegas MF Hasan SH, selaku team kuasa hukum korban.
Kasus yang menggemparkan ini kini dalam penanganan aparat kepolisian. Namun publik menaruh tanda tanya besar: bagaimana mungkin aparat keamanan internal sebuah perusahaan besar tega menganiaya pekerja hingga babak belur?
Insiden ini menambah catatan kelam kekerasan di sektor tambang. Perusahaan yang seharusnya bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan kerja justru membiarkan aparatnya bertindak bak algojo.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada tahap penyelidikan. Para pelaku harus diseret ke meja hijau, diadili, dan diberi hukuman setimpal. Sebab jika dibiarkan, tindakan main hakim sendiri ini hanya akan melahirkan ketakutan, bahkan nyawa pekerja bisa melayang sewaktu-waktu.
Kasus pengeroyokan ini kini menjadi sorotan. Publik menunggu keseriusan kepolisian membongkar seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menuntut PT Sido Muncul bertanggung jawab penuh atas tragedi yang mencoreng nama baik dunia tambang dan melukai hati masyarakat.
( Angger S/Red )
![]()






