CILACAP | Jejakkasusindonesianews.com – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Manganti Tahap IV Paket 2 resmi rampung. Lebih dari sekadar penyelesaian fisik infrastruktur, proyek ini menjadi bukti konkret bahwa putra daerah mampu mengelola dan menyelesaikan proyek strategis nasional dengan kualitas unggul dan penuh tanggung jawab.
Kesuksesan proyek ini tak lepas dari peran Mas Fredy Merpati, putra daerah Cilacap yang dipercaya PT Tirta Indo Karya sebagai subkontraktor utama.
Di bawah kepemimpinannya, pekerjaan revitalisasi saluran induk primer, saluran sekunder, hingga pembangunan jalan inspeksi diselesaikan dengan hasil rapi, kokoh, dan sesuai standar teknis.
Kualitas pekerjaan yang ditunjukkan menjadi jawaban atas keraguan terhadap kemampuan tenaga lokal. Dedikasi tinggi tersebut lahir dari rasa memiliki, di mana Mas Fredy menyadari bahwa infrastruktur yang dibangun akan dimanfaatkan langsung oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat di Cilacap bagian barat.
Tak hanya mengedepankan mutu konstruksi, proyek ini juga menerapkan prinsip padat karya. Masyarakat sekitar dilibatkan secara aktif, mulai dari tenaga kerja hingga pengamanan alat berat. Bahkan, kebijakan pro-lokal diterapkan dengan menyerap material bangunan dari toko-toko setempat.
Langkah ini dinilai efektif dalam menggerakkan roda perekonomian desa dan memastikan manfaat proyek dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Rampungnya rehabilitasi irigasi ini disambut antusias para petani di Desa Cisumur, Gandrungmanis, Sidaurip, dan Gintungreja. Bagi mereka, kelancaran aliran air merupakan “nadi kehidupan” yang menentukan keberlangsungan pertanian dan harapan akan hasil panen yang lebih baik.

“Apresiasi juga datang dari aktivis dan pemerhati pembangunan, Mulyadi Tanjung. Ia menilai keberhasilan ini sebagai contoh ideal pemberdayaan potensi lokal yang patut dipertahankan.
“Kami membuktikan bahwa putra daerah mampu mengerjakan proyek besar BBWS Citanduy dengan penuh tanggung jawab. Harapan kami, pada tahun 2026 mendatang, proyek-proyek serupa kembali mempercayakan potensi lokal,” ujar Mulyadi.
Masyarakat pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kemenko Infrastruktur dan Percepatan Pembangunan, Kementerian PUPR, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy atas terealisasinya proyek tersebut.
Saluran irigasi yang kini berdiri kokoh bukan sekadar bangunan beton, melainkan simbol harapan jutaan petani untuk mewujudkan kembali mimpi besar bangsa: Swasembada Pangan.
Dengan air yang kembali mengalir lancar, terselip doa tulus agar keberkahan menyertai setiap jengkal sawah yang teraliri, membawa kemakmuran dan masa depan yang lebih cerah bagi para petani.
(Buyung JN)






