Sleman | Jejakkasusindonesianews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Sabtu (22/11/2025) dini hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sembilan kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Bebeng dan Krasak dalam periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan potensi bahaya yang masih tinggi, terutama berupa guguran lava dan potensi awan panas.
“Potensi bahaya saat ini meliputi sektor selatan–barat daya: Sungai Boyong sejauh 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Kegempaan Intens, Suplai Magma Masih Aktif
Selain guguran lava, aktivitas kegempaan tercatat meningkat signifikan. BPPTKG merekam:
- 26 gempa guguran (amplitudo 2–20 mm, durasi hingga 199 detik)
- 11 gempa hybrid (amplitudo 3–27 mm)
Gempa hybrid ini mengindikasikan suplai magma masih aktif, sehingga potensi terjadi guguran awan panas tetap perlu diwaspadai.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi rekomendasi jarak bahaya yang telah ditetapkan.
(Sugiarto)






