Laporan | Yogie
Semarang || jejakkasusindonesianews.com– Suasana khidmat dan sarat makna menyelimuti kawasan Waduk Jatibarang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada 10 Rajab 1447 Hijriah. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur menggelar tradisi larungan waduk yang dirangkaikan dengan peresmian Dermaga Kopi, sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya menjaga dan merawat adat budaya warisan leluhur[29/1]

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pokdarwis Suko Makmur, Bapak Majuri, didampingi Wakil Ketua, Bapak Galih Putra Wijaya. Tradisi larungan berlangsung dengan penuh kekhidmatan, disaksikan oleh berbagai unsur instansi dan pemangku kepentingan yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata lokal.
Turut hadir dalam kegiatan ini:
1.Dinas Pariwisata
2.Dinas Perikanan
3.Basarnas
4.BBWS Pemali Juana
5.Perum Jasa Tirta I
6.OP Waduk Jatibarang
7.Jasa Raharja
8.Koramil Gunungpati
9.Polsek Gunungpati
10.Camat Gunungpati
11.Lurah Kandri
12.KSOP
Dalam sambutannya, Bapak Majuri sebagai ketua menegaskan bahwa tradisi larungan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk ungkapan syukur yang tulus serta pengingat agar generasi saat ini tidak melupakan nilai-nilai adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak dahulu kala.

“Larungan ini adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus upaya untuk tetap menjaga dan melestarikan adat budaya yang telah ditinggalkan oleh nenek moyang kita secara turun-temurun,” ujar Majuri.
Ia juga menyampaikan harapannya agar Waduk Jatibarang ke depan semakin dikenal luas, tidak hanya oleh masyarakat Kota Semarang, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai destinasi wisata yang memiliki kekuatan alam, budaya, dan kearifan lokal.
“Kami berharap Waduk Jatibarang semakin maju dan dikenal secara nasional. Dengan sinergi semua pihak, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata budaya dan alam yang membanggakan,” tambahnya.
Peresmian Dermaga Kopi menjadi simbol semangat baru Pokdarwis Suko Makmur dalam mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat. Dermaga ini diharapkan menjadi ruang interaksi, pemberdayaan ekonomi warga, sekaligus daya tarik wisata yang mengangkat identitas lokal Kandri.
Kegiatan larungan dan peresmian ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya, rasa syukur, dan pembangunan pariwisata dapat berjalan beriringan, menghadirkan harmoni antara manusia, alam, dan nilai-nilai leluhur yang tetap hidup di tengah modernitas.






