Kasus Keracunan Diduga Akibat MBG Pertama Kali Terjadi di Kapuas Hulu, 19 Pelajar Dilarikan ke RS

redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putussibau, Kalimantan Barat | jejakkasusindonesianews.com – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi, kali ini menimpa para pelajar di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sebanyak 19 orang siswa harus mendapatkan perawatan medis di RS dr. Ahmad Diponegoro Putussibau, Selasa (4/11/2025).

Direktur RS dr. Ahmad Diponegoro Putussibau, dr. Herlina, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus ini berawal dari dua pelajar yang lebih dulu dirawat pada pukul 14.30 WIB, kemudian disusul 17 pelajar lainnya hingga malam hari sekitar pukul 21.30 WIB.

“Total ada 20 pelajar yang mengalami gejala serupa. Sebanyak 19 dirawat di rumah sakit, dan satu orang dirawat di rumah karena kondisi ringan,” terang dr. Herlina.

Dari data yang diterima pihak rumah sakit, 7 orang pelajar berasal dari SD Negeri 01 Kedamin Hilir, sementara 13 lainnya dari SD Tahfidz Al Hidayah.

Lebih lanjut, dr. Herlina mengungkapkan bahwa penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil uji sampel makanan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. Namun, dugaan sementara mengarah pada makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa sebelum timbul gejala.

“Gejala yang dialami pasien umumnya sama, seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing setelah menyantap makanan dari program MBG,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, 18 pelajar telah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami dehidrasi ringan hingga sedang, sementara satu orang masih dirawat intensif akibat dehidrasi berat.

dr. Herlina juga menegaskan bahwa pihak rumah sakit telah menyiapkan tenaga medis dan fasilitas penanganan darurat jauh hari sebelumnya untuk menghadapi potensi kejadian luar biasa seperti ini.

“Kami selalu siap siaga menghadapi setiap kemungkinan kejadian luar biasa yang tidak terduga,” tegas dr. Herlina.

Kasus ini menjadi perhatian serius pihak berwenang, terutama dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG di daerah tersebut.

Kaperwil Kalbar: Abang Amrullah

Berita Terkait

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal
Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger
Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12

Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55

Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Senin, 16 Maret 2026 - 16:14

Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

error: Content is protected !!