Laporan | M.Supadi
UNGARAN | Jejakkasusindonesianews.com – Bencana tanah longsor menerjang Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (17/2/2026). Merespons cepat peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung ke lokasi untuk memastikan langkah tanggap darurat berjalan maksimal.
Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, Luthfi meninjau rumah-rumah warga yang terdampak, akses jalan yang terputus, serta posko pengungsian. Ia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.

“Penanganan darurat harus cepat, terukur, dan tepat sasaran. Pendataan kerusakan segera diselesaikan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dipercepat,” tegasnya di lokasi.
Fokus Evakuasi dan Mitigasi
Longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan dan memaksa warga mengungsi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah langsung mengerahkan tim gabungan untuk evakuasi serta pembersihan material tanah yang menutup akses jalan lingkungan.

Selain memastikan distribusi logistik, Luthfi juga meminta instansi teknis melakukan kajian cepat terhadap potensi longsor susulan. Langkah mitigasi dinilai penting mengingat kontur tanah di wilayah Ungaran Timur tergolong labil saat musim penghujan.
Sinergi TNI-Polri di Lapangan
Penanganan bencana ini melibatkan unsur TNI dan Polri. Personel gabungan disiagakan membantu proses evakuasi warga serta pengamanan wilayah terdampak. Aparat juga mengimbau masyarakat di zona rawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika muncul retakan tanah atau tanda pergerakan baru.
Langkah responsif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah bersama aparat dalam memberikan perlindungan maksimal kepada warga di tengah ancaman bencana alam.
![]()






