KERICUHAN LELANG LAHAN PARKIR PASAR DI SEMARANG: GRIB JAYA DESAK WALI KOTA AGUSTIN SEGERA TURUN TANGAN

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang-Jejakkasusindonesianews.com, Kisruh dalam proses lelang lahan parkir sejumlah pasar di Kota Semarang memicu gejolak di tengah masyarakat. Proses yang dinilai janggal dan minim transparansi itu memicu protes keras, khususnya dari pengelola lama dan organisasi kemasyarakatan GRIB JAYA.

 

Sebagai ormas pendukung loyal Wali Kota Semarang, Agustin, GRIB JAYA menyatakan kekecewaan terhadap mekanisme lelang yang dianggap menyimpang dari prinsip pengadaan yang sehat dan terbuka. Mereka mendesak Wali Kota untuk segera turun tangan sebelum konflik ini melebar dan menimbulkan kegaduhan sosial.

“Kami tidak mencari musuh. Kami hanya ingin keadilan dan keterbukaan. Jangan sampai proses lelang publik dilakukan sembunyi-sembunyi dan menimbulkan kecurigaan,” ujar MF Hasan, Kabid OKK GRIB JAYA Jateng, dalam keterangannya kepada media.

SK Pemenang Dipertanyakan, Prosedur Dianggap Cacat

 

Akar persoalan muncul dari diterbitkannya Surat Keputusan (SK) pemenang lelang yang ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang. SK tersebut langsung menuai sorotan karena dinilai cacat prosedur, tidak transparan, dan berpotensi melanggar asas-asas pemerintahan yang baik.

 

Sejumlah pengelola lama menyatakan bahwa proses lelang berlangsung tanpa pengumuman terbuka, tidak tersedia akses informasi publik yang memadai, serta minim pelibatan pihak terdampak. Padahal, sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap proses pengadaan harus dilakukan secara terbuka.

Lebih lanjut, penandatanganan SK oleh pejabat Plt. dinilai menyalahi aturan. Berdasarkan Pasal 14 ayat (7) UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, keputusan yang ditandatangani oleh pejabat tanpa kewenangan definitif dapat dibatalkan demi hukum.

 

Indikasi Pelanggaran: Dari Administratif hingga Dugaan Kolusi

 

Dari hasil penelusuran dan keterangan beberapa ahli hukum, ditemukan sejumlah potensi pelanggaran dalam proses lelang ini:

Minimnya keterbukaan informasi publik

Keputusan administratif oleh pejabat tidak sah

Penyalahgunaan wewenang oleh Plt. pejabat

Indikasi pelanggaran terhadap persaingan usaha sehat (UU No. 5 Tahun 1999)

 

Jika terbukti adanya kolusi, pengaturan tender, atau intervensi dari pihak tertentu, maka persoalan ini tidak lagi sekadar administratif, melainkan dapat berujung pada ranah pidana, sebagaimana diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi.

GRIB JAYA: Kritik Ini Bentuk Kontrol, Bukan Pembangkangan

 

GRIB JAYA menegaskan bahwa aksi mereka bukan bentuk pembangkangan, melainkan kontrol sosial demi menjaga jalannya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

 

“Kami tetap mendukung Bu Wali Kota. Tapi bukan berarti kami menutup mata terhadap penyimpangan. Kami tak ingin Semarang rusak karena kelalaian birokrasi,” tegas MF Hasan, Kabid OKK GRIB JAYA Kota Semarang.

Tuntutan dan Rekomendasi

Untuk menyelesaikan polemik ini secara damai dan adil, GRIB JAYA mengajukan beberapa langkah konkret:

1. Audit terbuka terhadap proses lelang oleh tim independen.

2. Permintaan resmi atas dokumen dan informasi publik terkait prosedur lelang.

3. Pelaporan ke Ombudsman RI atas dugaan maladministrasi.

4. Mediasi terbuka antara Dinas Perdagangan, pengelola lama, dan pemenang baru lelang.

GRIB JAYA berharap Wali Kota Agustin tidak sekadar menjadi penonton, namun segera mengambil tindakan sebagai pemimpin dan pelindung kepentingan rakyat Kota Semarang. (Red & Tiem)

 

Loading

Berita Terkait

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal
Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger
Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku
Konsleting Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih di Kaliwungu dan Dua Motor Ludes Dilalap Api
Tukang Tebas Tewas di Atas Pohon Kelapa Saat Cari Janur, Warga Brangkongan Geger Laporan

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12

Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55

Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Senin, 16 Maret 2026 - 16:14

Tragis! Bayi Prematur Dibuang Dalam Kaleng Bekas Roti di Sungai Leyangan, Polisi Buru Pelaku

Minggu, 15 Maret 2026 - 14:57

Konsleting Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih di Kaliwungu dan Dua Motor Ludes Dilalap Api

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:46

Tukang Tebas Tewas di Atas Pohon Kelapa Saat Cari Janur, Warga Brangkongan Geger Laporan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!