Laporan | Adi Winarko | Editor : Witiyani
Salatiga | jejakkasusindonesianews.com
Viral di media sosial, seorang kepala sekolah di SDN Dukuh 05, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, menyampaikan protes terhadap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima para siswa.
Aksi tersebut muncul setelah pihak sekolah menerima sejumlah keluhan dari wali murid terkait kualitas makanan yang dibagikan kepada peserta didik. Kepala sekolah menilai menu yang diberikan tidak memenuhi standar gizi dan berpotensi membahayakan anak-anak.
Dalam rekaman video yang beredar, kepala sekolah mempertanyakan kandungan nutrisi makanan yang disalurkan kepada siswa.
«“Ini makanan untuk anak sekolah. Tapi gizinya di mana?” ujar kepala sekolah.»
Ia juga mengungkapkan temuan pada paket makanan yang dinilai memprihatinkan, di antaranya kondisi buah jeruk yang sudah busuk serta adanya benda asing berupa sekrup di dalam makanan.
«“Ada jeruk yang sudah busuk, bahkan ada sekrup di dalam makanan. Kalau sampai anak saya kenapa-kenapa atau mati bagaimana?” tegasnya.»
Selain itu, pihak sekolah juga menyoroti kualitas makanan lain seperti roti yang dinilai tidak sesuai standar gizi untuk anak sekolah.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku anaknya beberapa kali mengeluhkan makanan dari program tersebut.
«“Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Programnya bagus, tapi kualitas makanannya harus benar-benar diperhatikan karena ini dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.»
Menanggapi kejadian tersebut, pihak penyedia makanan (SPPG) disebut telah memberikan respons awal dengan menyampaikan adanya kekurangtelitian dalam proses penyajian menu MBG.
Pihak sekolah meminta adanya pemeriksaan serta evaluasi terhadap vendor atau penyedia katering sehingga pelaksanaan program nasional tersebut dapat berjalan sesuai tujuan meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi siswa.
Peristiwa ini memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian netizen mendukung langkah kepala sekolah karena dianggap memperjuangkan keselamatan peserta didik, sementara lainnya meminta pemerintah daerah segera melakukan klarifikasi serta pengawasan terhadap penyedia makanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pihak terkait mengenai hasil evaluasi terhadap penyedia makanan program MBG di wilayah tersebut.
Sumber: Video viral media sosial Instagram dan unggahan warga yang beredar di masyarakat.






