Laporan |M.Supadi
BAWEN| Jejakkasusindonesianews.com– Suasana duka menyelimuti kawasan wisata populer Dusun Semilir, Bawen, Kabupaten Semarang. Seorang tenaga magang bernama Ahmad Saeful Fajar dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja fatal saat melakukan perbaikan wahana, Rabu (28/1/2026) lalu.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga Soko Sewu, Watuagung, Kecamatan Tuntang, diduga terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Insiden tersebut terjadi saat korban tengah melakukan pemeliharaan pada struktur wahana perosotan pelangi yang menjadi ikon tempat wisata tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian, termasuk penyewa stan (tenant), menyebut korban terempas di area Alas Angon. Dalam kondisi kritis, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) At-Tin Bawen untuk mendapatkan pertolongan darurat.
Konfirmasi Pihak Rumah Sakit
Pihak RS At-Tin Bawen membenarkan adanya pasien rujukan dari Dusun Semilir atas nama Ahmad Saeful Fajar. Meski tim medis telah berupaya maksimal, nyawa korban tidak dapat terselamatkan.

“Benar, ada pasien masuk dari Dusun Semilir. Saudara Ahmad Saeful Fajar dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Tuntang,” ujar sumber dari pihak rumah sakit saat dikonfirmasi media,(4/2/2026).
Manajemen Masih Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Dusun Semilir belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi maupun tanggung jawab perusahaan atas insiden tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui telpon belum direspon.
.
Seorang staf internal yang meminta identitasnya dirahasiakan hanya memberikan pernyataan singkat. “Kami tidak berani memberikan keterangan, semua sudah ditangani pihak manajemen pusat,” ungkapnya.
Sorotan Standar K3 dan Perizinan
Sikap tertutup pihak pengelola memicu desakan publik agar pihak berwenang segera melakukan audit terhadap standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Dusun Semilir.
Kejadian ini juga menghidupkan kembali catatan kritis dari Komisi C DPRD Kabupaten Semarang yang sebelumnya sempat menyoroti masalah operasional dan perizinan lokasi wisata tersebut.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan dinas terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh. Jika ditemukan unsur kelalaian prosedur keselamatan, pihak manajemen diharapkan dapat mempertanggungjawabkannya secara hukum guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.(..)






