Bekas Galian C Dibiarkan Menganga, Jalan Bayumeneng di Ambang Amblas—Warga Bongkar Dugaan Main Mata Oknum Kecamatan

redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK | JEJAKKASUSINDONESIANEWS.COM 
Aktivitas tambang Galian C di wilayah Desa Bayumeneng, Kecamatan Mranggen, yang berada tepat di sepanjang jalan raya Bayumeneng–Ungaran, memang telah resmi berakhir. Namun, jejak kerusakan lingkungan yang ditinggalkan justru memantik keresahan warga.

Bekas pengerukan lahan yang tidak direklamasi kini berubah menjadi ancaman serius. Badan jalan utama nyaris longsor, retakan betonisasi semakin melebar, dan keselamatan pengguna jalan berada di ujung tanduk—terutama saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi Lapangan Kian Mengkhawatirkan
Pantauan awak media di lokasi menunjukkan tebing di sisi jalan utama terkikis parah. Galian dibiarkan terbuka tanpa dinding penahan tanah, sementara sistem drainase tampak amburadul. Hujan deras dalam beberapa hari terakhir mempercepat erosi, membuat struktur jalan semakin rapuh.

Jika dibiarkan, bukan hanya jalan yang terancam putus, namun juga akses ekonomi, aktivitas warga, dan jalur distribusi hasil pertanian masyarakat setempat.

Warga: Pengelola Pergi, Masalah Ditinggal
Seorang tokoh masyarakat Desa Bayumeneng, berinisial (S), mengungkapkan kekecewaan warga.

“Pengelola galian pergi begitu saja setelah masa operasinya selesai. Tidak ada reklamasi, tidak ada tanggung jawab. Kalau hujan turun, kami selalu was-was jalan ini amblas total,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Desakan Warga dan Pemerintah Desa
Warga bersama pemerintah desa menyuarakan tuntutan tegas, antara lain:
Tanggung Jawab Reklamasi
Pengelola galian wajib menguruk kembali lahan atau membangun dinding penahan sesuai komitmen izin lingkungan.
Intervensi Pemerintah
Mendesak DLH dan Dinas ESDM turun tangan mengevaluasi perizinan serta jaminan reklamasi perusahaan.

Penanganan Darurat
Langkah cepat diperlukan untuk mencegah jalan utama putus total.
Pengakuan Pekerja Tambang: Ada Transaksi Bermasalah

Fakta lain mencuat dari keterangan Harsono, salah satu pekerja tambang Galian C. Ia menyebutkan bahwa lahan tersebut merupakan milik Fatimah dan rencananya akan dijadikan lahan kapling.

“Sudah ada ikatan jual beli dengan salah satu oknum pegawai kecamatan berinisial A. Tapi karena masalah keuangan, akad itu dibalik nama ke P untuk dinotariskan dan dijadikan agunan pinjaman di BPR,” ungkap Harsono.
Ia juga mengaku menjadi korban dalam persoalan ini.

 

“Saya hanya pekerja. Dana yang sudah saya keluarkan untuk pekerjaan pondasi mencapai Rp175 juta, sampai sekarang belum dibayar. Saya justru dikejar-kejar pihak yang saya pinjami untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” tegasnya.

Ancaman Nyata, Aparat Diminta Bertindak
Kasus ini bukan sekadar soal galian ilegal atau reklamasi lalai, namun menyangkut keselamatan publik dan dugaan keterlibatan oknum aparat pemerintahan.

Warga berharap APH, Inspektorat, dan instansi terkait tidak tutup mata.
Jika pembiaran terus terjadi, longsor hanya tinggal menunggu waktu.

Kontributor Demak : Mulyono

Berita Terkait

Pelayanan Disorot! Pengunjung Kampoeng Rawa Ambarawa Protes Dipaksa Pindah Saat Belum Selesai Makan
Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan
Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol
Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara
Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur
Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta
Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal
Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:28

Pelayanan Disorot! Pengunjung Kampoeng Rawa Ambarawa Protes Dipaksa Pindah Saat Belum Selesai Makan

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:38

Ledakan Mercon di Pituruh Hancurkan Rumah, 5 Warga Luka Bakar,Polisi Turun Tangan

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:48

Diduga Korsleting Mesin, Mobil Warga Semarang Ludes Terbakar di Tengah Tol

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:31

Brutal! Lawan Polisi dan Rampas Barang Bukti Saat Razia, 4 Pemuda Kudus Terancam 15 Tahun Penjara

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:43

Petasan Maut Meledak Jelang Takbiran di Semarang: Bocah 9 Tahun Tewas, Rumah Hancur

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:04

Si Jago Merah Ngamuk di Tengaran, Usaha Oven Kayu Terbakar” Kerugian Tembus Rp50 Juta

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:12

Lagi! Bayi Perempuan Ditemukan Tewas di Sungai, DP3KB Semarang Serukan Gerakan Empati Massal

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:55

Sadis! Bayi Perempuan Dibuang di Sungai Senjoyo, Warga Boto Bancak Dibuat Geger

Berita Terbaru

error: Content is protected !!