Uang Rakyat Dipertaruhkan” Proyek Wisata Religi Salatiga Disorot Tajam!!!

redaksi

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salatiga|JKI Aroma janggal kembali menyeruak dari tiga proyek pembangunan di kawasan Taman Wisata Religi Kota Salatiga yang menelan anggaran fantastis lebih dari Rp 10 miliar. Alih-alih menjadi kebanggaan warga, proyek ini justru menuai sorotan tajam lantaran kualitas pekerjaan di lapangan dinilai asal jadi dan terindikasi ada pola permainan anggaran.

Temuan Lapangan: Pekerjaan Diduga Asal-asalan

Berdasarkan dokumentasi dan investigasi di lokasi, sejumlah kejanggalan teknis mencuat:

  • Susunan batu pondasi tidak rapi, sebagian hanya ditumpuk tanpa mortar memadai.
  • Batu bercampur ukuran besar dan kecil tanpa standar kualitas.
  • Besi tulangan tampak berkarat, hanya diikat seadanya dengan kawat.
  • Bekisting kayu kasar dan lembab, rawan merusak kualitas pengecoran.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius atas efektivitas pengawasan dari kontraktor maupun pihak konsultan.

Papan Proyek Ungkap Anggaran Jumbo

Tiga papan proyek yang terpampang di lokasi mencatat anggaran fantastis, seluruhnya bersumber dari APBD Kota Salatiga Tahun Anggaran 2025:

  • Rp 2.929.825.000,- untuk penunjang daya tarik wisata.
  • Rp 5.166.190.000,- untuk lanjutan pembangunan Taman Wisata Religi.
  • Rp 2.890.000.000,- untuk pengelolaan peningkatan bangunan dan kawasan.

Ketiga proyek ini diawasi oleh konsultan yang sama, yakni CV. Abiyasa. Fakta tersebut kian memperkuat dugaan adanya konflik kepentingan atau pengawasan hanya formalitas belaka.

Dugaan Pola Permainan Anggaran

Publik menyoroti fakta bahwa tiga proyek dengan nilai besar digelontorkan di satu lokasi yang sama. Dugaan permainan anggaran pun menyeruak, apalagi ketika pengawasan teknis diserahkan kepada konsultan tunggal.

Peran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga ikut dipertanyakan. Lemahnya pengawasan dianggap membuka peluang praktik kongkalikong antara kontraktor, konsultan, dan oknum pejabat.

Investigasi LAI BPAN Jateng

Ketua DPD LAI BPAN Jawa Tengah, Yoyok Sakiran, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam. Bersama M. Supadi (Kang Adi) selaku pengurus dan investigator LAI BPAN Jateng, mereka siap menindaklanjuti dugaan penyimpangan ini.

“Kami mendesak Inspektorat Kota Salatiga, BPK, hingga aparat penegak hukum segera melakukan audit fisik dan keuangan. Jika terbukti ada pelanggaran, semua pihak yang terlibat wajib dimintai pertanggungjawaban, baik secara hukum maupun administratif,” tegas Yoyok Sakiran.

Sementara itu, Kang Adi menambahkan, pihaknya segera melayangkan surat resmi ke DPUPR Kota Salatiga, Polres Salatiga, hingga Polda Jateng sebagai langkah tindak lanjut.

Uang Rakyat Jadi Taruhan

Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp 10 miliar, dugaan penyimpangan ini berpotensi menimbulkan kerugian negara. Alih-alih menghadirkan wajah baru wisata religi, proyek tersebut justru terancam menjadi monumen kegagalan akibat lemahnya pengawasan dan dugaan permainan anggaran.

Redaksi jejakkasusindonesianews.com tetap membuka ruang hak jawab bagi pihak kontraktor, penyedia jasa, maupun instansi terkait, demi menjaga keberimbangan pemberitaan.(Tim&Red]

Loading

Berita Terkait

Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!
Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat
Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama
Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup
Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi
Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online
12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  
Teken Kontrak Usai Lebaran, Exit Tol Patimura Salatiga Akhirnya Masuk Tahap Realisasi

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:19

Remisi Idul Fitri di Rutan Salatiga: 62 Warga Binaan Diganjar Potongan Hukuman, 1 Bebas Seketika!

Senin, 16 Maret 2026 - 14:27

Jelang Idul Fitri 1447 H, Lapas Purwodadi Siaga: Kalapas Tegaskan Pelayanan Santun dan Pengamanan Ketat

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:48

Pererat Silaturahmi Ramadan, Team Sedulur Aktivis Demak (SAD) Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026 - 21:56

Di Balik Jeruji Rutan Salatiga: Warga Binaan Khatamkan Al-Qur’an, Ramadan Jadi Titik Balik Hidup

Senin, 9 Maret 2026 - 19:17

Lapas Purwodadi Diuji Ombudsman RI Jateng, Erik Murdiyanto Tegaskan Komitmen Pelayanan Prima Bebas Maladministrasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:15

Sinergi APH Makin Solid, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi Luncurkan Terobosan Kunjungan Tahanan Online

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:45

12 Pegawai Rumah Tahanan Negara Salatiga Naik Pangkat, Karutan: Bukti Dedikasi dan Integritas  

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:25

Teken Kontrak Usai Lebaran, Exit Tol Patimura Salatiga Akhirnya Masuk Tahap Realisasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!